Info Terkini...



Assalamualaikum... sahabat Hestu yang insyALLAH di rahmati selalu oleh ALLAH SWT. mudah-mudahan dalam keadaan sehat..

Kali ini Saya mungkin akan memohon maaf, karena apapun yang di harapkan oleh teman-teman belum terpenuhi di blog ini / info masih belum banyak yang di perbaharui. Dikarenakan semester ini masih di sibukan dengan persiapan Ujian Akhir Nasional..

Untuk itu saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman sekalian. Dan mudah-mudahan semua anak bangsa Indonesia angkatan 2010/2011 dapat nilai yang di inginkan dan LULUS SEMUA.... Amiiiin.....

Tetap semangat semuanya...
Wassalamu'alaikum....



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RAHASIA YANG TERBONGKAR



Umair melakukan thawaf, berkeliling ka'bah sambil berdo'a kepada patung-patung yang jadi fans'nya selama ini. Dalam thawafnya ia curhat kepada patung yang bisu itu mengenai kegetiran hatinya belakangan ini.

Terbayang peristiwa memalukan itu… peristiwa yang terjadi di dekat sumur Badar ketika dua pasukan antara pasukan mu'min dengan pasukan Quraisy yang ia bela sedang bertempur. Terbayang pula kekalahan memalukan itu. Sungguh, tidak begitu memalukan baginya apabila tim sepakbola Indonesia tidak mampu menang pada Aff yang lalu. Karena toh ia orang Arab dan tidak membela kesebelasan Indonesia. Tapi ini, pasukan Quraisy yang ia bela kalah telak oleh pasukan mu'min yang jumlahnya tiga kali lebih kecil.

Dalam pada Umair berthawaf, terbayanglah oleh Umair wajah anaknya. Bukan, bukan karena wajah anaknya mirip patung bego yang ia sembah, tetapi karena anaknya di tawan oleh pasukan mu'min pada perang Badar itu. Maka kekesalannya yang dua kali lipat itu ia adukan kepada dewa-dewa bisu yang ada di Ka'bah.

Di tengah asyiknya Umair thawaf, tampaklah olehnya Safwan bin Umayyah, sahabatnya, yang sedang mejeng di pinggir Hijir. Umair menyapa Safwan. Dan Safwan mengajak sahabatnya itu untuk bergabung bersamanya, "Ngobrol sini yuk!" ucapnya.Lalu tak lama mereka berdua berada pada percakapan seru.

Percakapan itu tentu saja mengenai kekalahan pasukan Quraisy pada perang Badar. Terlukis dalam ngalor-ngidul mereka, bagaimana banyaknya pembesar Quraisy yang ko'it. Lalu tentang jumlah pasukan Quraisy yang jauh lebih besar, namun dijadikan pecundang oleh pasukan mu'min. Karena itu, patutlah kalau dendam bersemayam di hati mereka saat ini. "Tidak… Demi Allah kita harus membalas." Begitu sumpah Shafwan.

Lalu Umair berkata, "Demi Tuhan Ka'bah! Seandainya saya tidak banyak hutang yang harus dilunasi, dan tidak banyak keluarga yang saya khawatirkan, sunguh aku akan menemui si Muhammad, lalu kubunuh dia. Kemudian aku basmi agamanya dan aku hentikan segala kejahatannya." Kata Umair.

"Aku punya alasan kuat untuk berbicara dengannya. Akan kukatakan bahwa aku datang untuk membicarakan anakku yang tertawan itu." Lanjut Umair.
"Wahai Umair, biarlah hutang-hutangmu menjadi tanggunganku. Aku akan melunasinya bila engkau berhasil membunuh Muhammad. Keluargamu akan kugabung dengan keluargaku selama aku masih hidup. Hartaku cukup banyak untuk hidup senang dengan mereka semuanya!" Bujuk Shafwan.

"Kalau begitu, mari kita simpan rahasia ini. Jangan sampai ada yang tahu." Bisik Umair.
"Tentu. Percayalah padaku." Jawab Shafwan. Setelah percakapan itu, Umair pun segera pergi ke Madinah untuk menemui RasuluLlah. Tak ada yang curiga akan kepergian Umair.
Siang itu Umair dipergoki oleh Umar bin Khattab saat ia memasuki halaman masjid tempat Rasulullah ketika Rasulullah sedang berbincang-bincang dengan para sahabat mengenai perang Badar yang telah berlalu. Demi melihat Umair, Umar langsung berteriak, "Itu si Umair bin Wahab, musuh Allah. Demi Allah, pasti kedatangannya untuk maksud jahat. Dialah yang telah menghasut orang Mekah dan mengerahkan mereka memerangi kita di perang Badar."
Umair pun menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di Masjid. Lalu Umar melaporkan kedatangan Umair kepada RasuluLlah.

"Ya Nabi Allah, si Umair telah datang dengan menghunus pedang."
"Bawa dia kemari" titah Rasulullah.
Sambil mencengkram leher baju Umair (kayak ngangkat kucing aja yach?), Umar membawa Umair kepada Rasulullah.
"Lepaskan dia wahai Umar!" Perintah RasuluLlah. Dan Umair pun dilepaskannya.
"Mendekatlah ke sini wahai Umair. Apa maksudmu datang kemari?" Tanya Rasulullah.
"Aku ingin melepaskan tawanan. Jadi, baik-baiklah sama aku." Umair galak.
"Tapi kok sambil menghunus pedang? Apa kamu pengen membalas dendam gara-gara kalah di perang Badar? Jujurlah, apa mau kamu?"
"Kedatangan aku cuma karena masalah tawanan. Khususnya putraku."
"Bukannya kamu pernah duduk berdua dengan Shafwan bin Umayyah di dekat Hijir? Kalian membicarakan tentang mayat-mayat orang Qurais yang dilemparkan dalam sumur. Kemudian kamu berkata kepada Shafwan, seandainya kamu tidak bayak hutang dan keluarga yang kamu tinggalkan, pasti kamu udah membunuh Muhammad? Lalu Shafwan janji sama kamu untuk membayari hutang-hutangmu dan menjamin kehidupan keluarga kamu asalkan kamu mau membunuh Muhammad.

Demi Allah, kamu tidak akan mampu melaksanakan maksud jahatmu itu karena Allah selalu melindungiku." Betapa kagetnya Umair. Bisik-bisik tetangganya diketahui oleh Rasulullah. Padahal dia yakin sekali kalau tidak ada yang mendengar obrolannya dengan Shafwan. Kekagetan Umair itu pun mengantarkan hidayah ke dadanya, sehingga dia berkata, "Kami memang tidak percaya kepada apa yang engkau katakan berita dari langit, dan engkau katakan wahyu. Tetapi pembicaran dan perjanjianku dengan Shafwan, aku yakin benar tidak ada yang mendengar dan mengetahui, selain aku dan Shafwan. Demi Allah! Sekarang aku yakin, Allah yang telah menyampaikan rahasia itu kepadamu. Segala puji bagi Allah yang telah memberi aku jalan, sehingga aku dapat hidayah untuk masuk Islam." Kata Umair.

Umair tersadar akan kejadian itu. Begitu menakjubkan bagi Umair. Sehingga segera ia mengucapkan dua kalimat syahadat yang disambut gembira oleh Rasulullah dan kaum muslimin.
Di Mekkah, Shofwan bin Umayyah menunggu gelisah. Dalam kegelisahan itu, sampailah berita kepadanya bahwa Umair telah masuk Islam. Terkejut bukan kepalang Shofwan. Dia menyangka bahwa Umair tak kan pernah meninggalkan agama nenek moyangnya.

Sementara itu, di Madinah Umair terus belajar tentang Islam. Hingga suatu saat ia meminta izin kepada Rasulullah untuk pergi ke Makkah menyebarkan ajaran Islam. Rasulullah mengizinkannya. Dan akhirnya dalam beberapa saat, sudah banyak orang yang mengikuti Umair untuk masuk Islam.

Makar itu pun berakhir dengan happy ending.
(^_^)

by : RAMAH



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Renungan (dari Sahabat)





Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan….keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal……..


Ada orang berakal tapi tak beriman….

Ada lidah fasih tapi berhati lalai…….

Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian…

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis….

Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi…

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat…

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut…

Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pezina yang tampil jadi figur…

Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan….

Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tahu diri….

Ada orang beragama tapi tak berakhlak.....

Dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan…

Lalu diantara itu semua…aku ada dimana ? (Ali Bin Abi Thalib)


by : Salimah.KAK



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Ujub ??? "Tapi gak juga ahh..."



Terkadang banyak diantara Kita yang tak menyadari tentang diri Kita sendiri, mungkinkah Kita butuh sesuatu atau tidak. Salah satu faktornya adalah karena terlalu besarnya sifat UJUB Kita atau sifat membanggakan diri sendiri.. Banyak orang yang merasa bahwa dirinya yang paling baik, bagus, ahli, dah WAHH. Padahal masih banyak orang yang lebih baik dari pada dia. Tidak sedikit juga orang yang sudah mengerti UJUB tetapi malah mengelak saat di ingatkan. "Aku UJUB ??? Tapi gak juga ahh.." Nah, itu dia yang harus di renofasi dari sekarang oleh masing-masing pribadi Kita...
Hmm.. naudzubillahimindzalik kalo Kita termasuk di dalamnya. Mudah-mudahan Kita selalu teringat oleh hal yang baik dan senantiasa beristighfar disaat Kita khilaf. Saya baru saja dapat sebuah kutipan artikel dari Sahabat saya yang insyALLAH sama-sama Sang Mujahiddah Muda. Nah, Saya fikir kalau gak di bagi-bagi bakalan rugi, untuk itu yuk Kita telaah lagi, Apa UJUB Itu ???


Ini penjelasan pertama (Saya dapat dari Sahabat yang sangat Saya Sayangi dan sudah Saya rangkum)...

Ulama berkata: “ Seorang yang UJUB akan tertimpa 2 KEHINAAN, akan terbongkar kesalahan2nya & akan jatuh martabatnya di mata manusia.”

*Bahaya Ujub ~ Qs. Yusuf : 12

Ciri Utama Ujub :
1. Dia Ujub pada dirinya sendiri
2. Dia merasa amalnya sudah banyak
3. Dia melupakan dosa-dosanya

Nabi Isa berkata “Betapa banyak pelita dipadamkan oleh angin & betapa banyak ibadah dirusak oleh sifat Ujub”.

Dampak dari Ujub !!!
a. Jatuh dalam jerat-jerat kesombongan, sebab Ujub merupakan pintu menuju kesombongan,
b. Di jauhkan dari pertolongan ALLAH,
c. Terpuruk dalam menghadapi berbagai krisis dan cobaan hidup “Bila cobaan dan musibah datang menerpa, orang-orang yang terjangkiti penyakit ujub akan berteriak; Hai teman-teman carilah keselamatan masing-masing”.

Hal-hal yang dapat mencegah diri dari Ujub, yaitu:
1. Jangan senang di PUJI
Imam Ats-tsauri menuturkan: “Apabila engkau bukan termasuk orang yang tak takjub terhadap diri sendiri, hal ini yang perlu diingat ialah: Hindarilah sifat senang di sanjung orang”
2. Introfeksi diri
Sekiranya kesadaran itu belum tumbuh juga, maksa simaklah penuturan Al-Fudail bin Iyadh: “Diantara tanda-tanda orang munafik adalah senang di puji atas sesuatu yang tidak ada pada dirinya, Benci celaan atas kejelekan yang ada pada dirinya dan marah terhadap orang yang mengoreksi kekurangannya”.

“Dan tanda kebinasaan itu tatkala bertambah ilmunya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakannya. Dan setiap kali bertambah ilmunya maka bertambahlah keangkuhannya, dia semakin meremehkan manusia & terlalu berprasangka baik pada dirinya.”


Ada lagii, penjelasannya masih sama dan hanya untuk mempertegas saja (Dari sahabat Saya yang bijaksana, insyALLAH)...

'Ujub adalah mengagumi diri sendiri, yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain.

Imam Al Ghozali menuturkan, "Perasaan 'ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah."

Memang setiap orang mempunyai kelebihan tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain, tetapi milik siapakah semua kelebihan itu ?

Allah berfirman :

"Bagi Allah semua kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya." (QS. Al Maidah : 120)

Maksud dari ayat di atas adalah apapun yang kita miliki, semuanya adalah milik Allah yang dipinjamkan kepada kita agar kita dapat memanfaatkannya dan sebagai ujian bagi kita. Tidak seorangpun yang memiliki sesuatu di alam semesta ini walaupun sekecil atom kecuali Allah.

Faktor Penyebab Timbulnya 'Ujub

Ada beberapa hal yang bisa menimbulkan perasaan 'ujub di hati setiap orang, di antaranya adalah :

1. Banyak dipuji orang

Pujian seseorang secara langsung kepada orang lain, dapat menimbulkan perasaan 'ujub dan egois pada diri orang yang dipujinya. Makin lama perasaan itu akan menumpuk dalam hatinya, maka ia akan semakin dekat kepada kebinasaan dan kegagalan sedikit demi sedikit. Karena orang yang mempercayai pujian itu akan selalu merasa bangga dan dirinya punya kelebihan, sehingga menjadikannya malas untuk berbuat kebajikan. Rosululloh pernah terkejut ketika melihat seseorang yang memuji orang lain secara langsung, sampai-sampai beliau bersabda;

"Sungguh dengan pujianmu itu, engkau dapat membinasakan orang yang engkau puji. Jikalau ia mendengarnya, niscaya ia tidak akan sukses."

2. Banyak meraih kesuksesan

Seseorang yang selalu sukses dalam meraih cita-cita dan usahanya, akan mudah dirasuki perasaan 'ujub dalam hatinya, karena ia merasa bisa mengungguli orang lain yang ada di sekitarnya dan tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang diraihnya adalah atas kehendak Alloh yang Maha Kuasa.

3. Kekuasaan

Setiap penguasa biasanya mempunyai kebebasan bertindak tanpa ada protes dari orang yang ada di sekelilingnya, dan banyak orang yang kagum dan memujinya. Fenomena semacam ini akan menyebabkan hati seseorang mudah dimasuki perasaan 'ujub. Seperti kisah Raja Namrud yang menyebut dirinya sebagai Tuhan, karena dia menjadi seorang penguasa. Dan seandainya di lemah dan miskin, tentulah tidak akan menyebut dirinya sebagai Tuhan.

4. Tersohor di kalangan orang banyak

Tersohor di kalangan orang banyak merupakan cobaan besar bagi diri seseorang. Karena semakin banyak yang mengenalnya, maka dia semakin kagum terhadap dirinya sendiri. Semuanya itu akan memudahkan timbulnya perasaan 'ujub pada hati seseorang.

5. Mempunyai intelektualitas dan kecerdasan yang tinggi

Orang yang mempunyai intelektualitas dan kecerdasan yang lebih, biasanya merasa bangga dengan dirinya sendiri dan egois, karena merasa mampu dapat menyelesaikan segala permasalahan kehidupannya tanpa campur tangan orang lain. Kondisi seperti itu akan melahirkan sikap otoriter dengan pendapatnya sendiri. Tidak mau bermusyawarah, menganggap bodoh orang-orang yang tak sependapat dengannya, dan melecehkan pendapat orang lain.

6. Memiliki kesempurnaan fisik

Orang yang memiliki kesempurnaan fisik seperti suara bagus, cantik, postur tubuh yang ideal, tampang ganteng dan sebagainya, lalu ia memandang kepada kelebihan dirinya dan melupakan bahwa semua itu adalah nikmat Alloh yang bisa lenyap setiap saat, berarti orang tersebut telah kemasukan sifat 'ujub.

7. Lalai atau tidak memahami hakikat dirinya sendiri.

Apabila seseorang lalai atau tidak memahami hakikat bahwa dirinya berasal dari air yang hina serta akan kembali ke dalam tanah, kemudian menjadi bangkai, maka orang seperti ini akan mudah merasa bahwa dirinya hebat. Perasaan seperti ini akan diperkuat oleh bisikan setan yang pada akhirnya akan muncul sifat kagum terhadap diri sendiri.


Semoga hal ini bisa bermanfaat untuk Kita semua, dan semoga tak hanya di baca aja yah tapi di aplikasikan juga... okeh okeh... ^_^



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS