Tampilkan postingan dengan label Siraman Penghijauan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siraman Penghijauan. Tampilkan semua postingan

Menjadi Dewasa itu Langka



Semasa hidup kita, nggak jarang kita merasa bahwa kita sudah bisa ini itu, karena kita punya ini itu. Bahkan ada yang merasa jika sudah bisa kerja dan memanajemen keuangan dengan baik, semua dilakukan sendiri dan mandiri, akhirnya merasa dewasa. jika dewasa diukur dengan hal tersebut, anak SD yang bisa jualan dan bisa jajan sendiri karena mandiri dengan usahanya juga bisa disebut dewasa dong?

Hohoho memang nggak semua bisa disebut dewasa. Kenapa? Manusia itu punya kehidupan yang berbeda-beda, setiap hari tak pernah sama, sehingga banyak manusia yang juga merencanakan kehidupan kedepan. Tapi dewasa.. kayaknya nggak bisa direncanakan. Menjadi dewasa itu sederhana, seperti menanam bibit dalam sebuah pot, sangat sederhana. Tapi jika kita belajar dengan bibit tadi, nggak akan bisa bibit itu tumbuh dengan baik kalau setiap hari tidak dirawat. Begitu juga dengan kita.

Kenapa aku bahas tentang Dewasa, karena mungkin aku terlalu kagum dengan orang-orang yang aku anggap dewasa, menjadi dewasa itu bukan hal yang sulit tapi tak mudah juga. Kalau melihat teman-teman yang sudah aku anggap dewasa, rasanya gampang "meniru" mereka, tapi saat dicoba nggak mudah juga yah, pasti ada tantangannya. Baik itu pengaruh lingkungan maupun diri sendiri.

Allah SWT menciptakan manusia juga untuk memilih, nantinya manusia yang akan mengetahui menjadi apa ia kelak. Hukum dewasa memang sederhana, tapi tak sesederhana jika direalisasikan. Kalau saya melihat teman yang ia aku anggap dewasa, mungkin masalah yang ia hadapi sudah lebih banyak dariku. Kenapa masalah? Yup, karena masalah yang memberi kita banyak sekali pelajaran dan masalah juga yang bisa mengajak kita untuk lebih mawas diri, sabar, tekun, memahami hidup dan akhirnya kedewasaan itu akan muncul.

Aku sendiri sih nggak yakin aku sudah deawasa, secara apa-apa juga belum bisa mandiri hehehe (pengakuan gitu :P). Tapi rasa ingin menjadi sosok yang lebih dewasa itu ada, sempat aku mencoba meniruka temanku, tapi selalu saja gagal, aku dikira sedang sakit hahaha... yasudah akhirnya aku kembali kewujud asalku yang pecicilan dan agak sedikit mendekati kearah manja (yeileee susah amat mau ngomong "emang manja" aje -_-). Tapi kalau dengan imajinasiku sih ada beberapa macam dewasa; ada yang dewasa karena banyak masalah akhirnya ia memahami arti kehidupan, ada juga yang dewasa karena sudah waktunya.

Aku anggap yang poin pertama sudah pada paham, nah yang poin kedua nih yang agak rancu "dewasa karena sudah waktunya? berarti pas tua dong? bukannya tadi katanya dewasa itu nggak mandang umur?"
Sabar keleus..haha... Jadi maksud dari dewasa karena sudah waktunya itu, disaat momennya dia harus dewasa yaa dia akan dewasa, misal di depan adik kelas sepertinya nggak mungkin dong menampilkan sifat manjanya, karena pasti gengsi atau yaa emang nggak bisa aja gitu buat manja didepan adik-adik kelas, kayak ada energi otomatis yang tiba-tiba nggak tau dari mana bikin kita jadi sosok kakak dihadapan adik kelas itu. Atau gini, mereka yang sudah punya anak, mau nggak mau harus dewasa bagi anaknya, kalau kakak kelas dewasa bagi adik kelasnya. Kecuali kalo nggak normal, mungkin bisa aja menampilkan sisi ketidak dewasaannya dihadapan adik kelas atau anak.

Manfaat kalau kita bisa dewasa itu banyak banget, antaranya; kita bisa lebih tawazun (seimbang), kita bisa lebih tau mana baik dan buruk, kita bisa lebih peka terhadap sekitar, kita nggak meributkan hal kecil, bisa mengendalikan emosi dan tau sikon. Nah, tau sikon ini adalah, kita bisa menempatkan/menyesuaikan diri kita dimanapun kita berada.

Sesekali kita suka mikir begini, anak yang manja itu anak yang nggak dewasa. Menurut aku sih belum tentu, seperti yang udah kita bahas diatas, bisa menyesuaikan diri, kalau dihadapan orangtua bolehlah manja yang tetap dewasa, bukan yang kebangetan.

Aku senang melihat teman-teman yang aku anggap dewasa, karena mereka bisa jadi orang yang sangat bijak dalam mengambil keputusan. Kalau belum dewasa biasanya kayak ego sendiri gitu (kaya curhat yah gue :D), yah begitu deh pokoknya. Sampai nggak semua orang yang sudah tuapun bisa langsung menjadi dewasa atau benar-benar dewasa. Karena dewasa itu seni kepribadian dalam mengendalikan diri, bukan untuk mendapat apa yang "aku" mau tetapi apa yang kalian "mau". Menyesuaikan alur dan memberika inspirasi yang mantap, dimulai dari pengalamannya itu tadi hehehe

Sudah makin malam, khawatir makin ngaco nih tulisan. Semoga bermanfaat dan semoga kita bisa menjadi dewasa (:



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keluarga Ajaibku



Sampai saat ini aku masih belajar dalam menata hidup dan belajar mengerti sesama. Bukan tanpa sebab, tapi memang semua harus kulakukan, agar aku bisa tetap hidup. Ya, tetap hidup. Hukum sosial yang begitu berlaku dalam kehidupan ini memaksa aku untuk keluar dan menaati apa yang ada di hidup ini. Ada rasa lelah, namun entah kenapa tubuh ini terus menolak, mungkin pada saat ini masih menolak, tak menjamin nanti walau tetap berharap dalam kekonsistenan bergerak.

Aku memang terlahir dari rahim orang-orang yang saat ini bergelut aktif dalam suatu lingkungan yang terus-menerus mencoba berlari dalam "kebaikan", semoga itu kebaikan, karena memang terlihat baik diluar. Selalu berharap agar kekonsistenan ini bisa terus dipupuk dalam keluarga kami, dan kebaikan-kebaikan meliputi keluarga mungil ini. Adikku yang semakin tumbuh berkembang, kemarin ia memunculkan bakatnya, ia berpidato dihadapan ratusan pasang mata di sekolahnya. Kala itu ia diutus untuk menjadi pelajar yang membuka peresmian perlombaan olimpiade matematika se Kota Tangerang yang kebetulan bertepatan di sekolahnya. Adikku termasuk anak yang memiliki tanggungjawab besar, walau sesungguhnya ia anak yang manja kepada mama. Aku memaklumi kemanjaannya, begitu membuatku nyaman, karena ia bisa bebas bercerita kepada kami setiap sepulang sekolahnya, nyaman karena itu berarti ia tetap percaya kepada kami keluarga intimnya.

Banyak yang kukagumi dari adikku akhir-akhir ini. semakin kesini semakin memperlihatkan prestasinya. Dan aku yakin, jika keadaannya selalu dinamis dalam prestasinya dan terus meningkat, maka ia akan menjadi orang yang berkualitas juga dicari banyak orang kelak. Adikku sering merasa tak enak kpadaku, walau itu hal yang kuanggap biasa saja. Aku pernah mendengar cerita dari mama kalau adikku merasa tak enak karena ia diberikan fasilitas les privat, sedang aku tidak. Dulu aku sempat iri, tapi aku rasa itu semua salahku, karena aku sendiri pun menolak setiap kali mama dan papa menawarkan fasilitas untuk privata. Menyesal? jelas. Tapi iri? sama sekali rasa itu sudah hilang saat kukenang khilafku.

Ya, masih tentang adikku yang juga tidak pernah marah ketika aku tidak sengaja memakan jajanannya atau meminum minuman yang ia siapkan didalam kulkas untuk didinginkan. Sama sekali tidak marah. Karena aku sangat menghargai keikhlasannya, aku sampai meminta maaf setulusnya maaf, selakyaknya aku sudah berbuat dosa besar kepadanya. Ia hanya bilang "Iya, mba.. gapapa", suaranya yang lembut menusuk daun telingaku hingga kerelung hati. Aaah kenapa selalu lembut sekali, dek? padahal aku selalu iseng kepadamu, tetap ia menjadi adik yang semestinya. Aku dan dia biasa bertengkar manakala sama-sama tidak sabar menunggu janji diantara kami. Sebatas itu dan sudah.

Yang biasa bertengkar dengan adikku malah mama, haha aku rasa itu lumrah suara seorang ibu, yang nyaring acap kali terdengar sumbang ditelinga kami para anak. Tapi aku yakin mama adalah orang yang luar biasa berjuang untuk kami. Aku sangat merasakan itu, hal yang paling terasa yaa saat aku butuh sesuatu selalu saja mama memberi yang terbaik. Mama juga mengajarkan bagaimana kita harus sabar dalam berusaha, apapun usaha kita. Mama yang selalu menyupport dengan sekuat tenaga agar anak-anaknya selalu PD dan terus berprestasi. "Mba etu mah gitu doang bisa laaah...", itu kata-kata mujarab yang biasa diucapnya saat aku atau adikku ingin melakukan sesuatu yang kami rasa itu beban yang berat. Dan biasanya usaha yang kulakukan benar-benar lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Selain aku percaya kata-kata yang terucap dari mulut mama adalah doa, aku juga percaya doanya sangat mujarab bagiku. Jadi teringat, kala aku masih duduk di bangku SMP, setiap kenaikan kelas selalu kelas itu di rolling. Kelas 1 aku di kelas B, kelas 2 di kelas F, dan biasanya kenaikan kelas 3 akan kembali pada kelas yang semula ketika kelas 1, yaitu B. Tetapi karena mama saat itu tidak sengaja mengucap asal "ah paling nanti kamu masuk kelas L", guyonnya kepadaku sambil ketawa nyeleneh. Ketika aku melihat pengumuman pembagian kelas, ternyata benar saja aku masuk kelas L, isinya anak-anak hiperaktif tingkat dewa, mereka anak-anak nakal dan memberiku banyak PR. PR kehidupan, intinya aku kapok dan sering menangis karena masuk kelas itu. Tapi karena mama merasa bersalah, mama selalu memberikan semangat kepadaku, dan aku semakin termotivasi juga diajarkan bahwa setiap apa yang aku jalani saat ini akan ada hikmah, semua dari Allah SWT.

Ya, banyak lagi pengalamanku dapat dari mama yang begitu fulgar menceritakan apapun tentang apa yang ia tau, selayaknya sahabat aku seperti mendengarkan buku sejarah yang menginspirasi disetiap ceritanya. Aku dan adikku dimotivasi dengan cerita hidupnya sejak kecil hingga menjadi seperti sekarang ini. Banyak..banyak.. dan banyak yang mama ajarkan kepadaku, sampai aku sulit meluapkan seluruhnya disini. Kesan yang indah juga banyak. Dan akhir-akhir ini mama sedang sibuk mempersiapkan aku agar bisa menjadi istri yang profesional haha.., mungkin karena usiaku yang sudah menginjak kepala 2. Entahlah. Tapi aku anggap itu menjadi sebuah pembelajaran yang bermanfaat, sampai-sampai aku bisa memberikan pencerahan untuk teman-temanku yang sudah berkeluarga, macam konsultan yang sudah lama menikah. Aku berkata, ini pengalamanku dalam keluarga kecilku, haha sok tau sangat.

Begitulah mama, wanita hebat yang papa miliki selama hidupnya. Seperti yang papa juga lakukan, banyak sekali yang menginspirasi. Papa memiliki banyak kawan dan entah mengapa seperti membius banyak orang untuk bisa menjadi patnernya. Padahal jika dirumah papa termasuk watak yang menyebalkan, kami sampai dibuat kesal jika kemauannya ingin segera dipenuhi. Tapi ia selalu mencari cara bagaimana memenuhi apa yang harus kami penuhi. Sweet. Aku malah sampai lupa bahwa papa adalah seorang bapak yang patut aku jadikan bapak. Karena aku dan papa bagai adik kakak. Papa juga sering mencurahkan apa yang sedang ia rasa saat ini. Saking ia khawatir denganku, papa juga banyak memberi petuah sehat untukku.

Yaa inilah keluargaku yang begitu dinamis. Ibarat anak-anak kost yang sedang mengarungi kehidupan. Bedanya hanya aku dan adikku seperti sedang ditraktir oleh kedua teman itu, papa dan mama. Haha.. yaa mereka begitu romantis. Tapi tak melulu dalam keluarga itu adem ayem saja, akan hambar pasti rasanya. Kami juga sesekali memperdebatkan sesuatu, berdiskusi sampai alot, bahkan bercerita sampai suasana panas tak terbendung. Tapi setelah itu kami seperti orang yang dilupakan dari pertengkaran kecil-kecilan itu, dan kembali harmoni. Kami saling support dan tak jarang membuat proker kedepan, haha seperti organisasi saja. Tapi itulah keluargaku, keluarga ajaibku.. :)

*Suasana Sore - Kocipta Untirta



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hutang Kita Kepada Para Syuhada




"Kesibukan ane sekarang jadi aktivis dakwah kampus aja sih.."
"Dimana, akh?"
"Di wajihah xxx Universitas xxx"
"Subhanallah, ternyata dunia sempit ya.. ane juga sama, sekarang wajihah ane di Universitas yyy juga lagi sibuk urus dauroh ajah.."

Hmm begitulah sedikit perbincangan dari salah dua orang yang bertemu tiba-tiba disebuah masjid saat beristirahat ditengah perjalanan mudik lebaran. Karena merasa ketemu tampang yang nggak jauh beda, akhirnya saling tegur sapa. Sudah biasa rasanya kalau kita juga mengalami hal seperti ini, bertemu dengan sahabat dari beda Universitas namun dengan lebel wajihah yang sama. Itu sudah lumrah.

Tapi ngaku, dan yakin kaya dialog yang "ane sekarang jadi aktivis dakwah" hmmm agak nyerempet kearah yang mengkhawatirkan. Why??? Aktivis dakwah (mau dikampus atau dimanapun), adalah kata yang singkat namun penuh makna ini menjadi sebuah kata trobosan yang kayaknya WAH banget gitu lho. Secara dari kata Aktivis, kita bisa membayangkan betapa aktifnya orang yang disebut aktivis itu dalam setiap kegiatan disebuah lembaga maupun organisasi yang resmi. Dakwah, jika diulas pun akan sangat menguras banyak waktu, karena makna dakwah dari satu kata itu malah kian banyak, jika dilihat dari berbagai sisinya. Aktivis dakwah akan sangat mengkhawatirkan jika dianggap biasa-biasa saja.

Banyak dari kita mungkin yang mengaku bahwa kita aktivis dakwah, baik dalam hati maupun sebuah pengakuan dengan lisan, namun belum paham isi dari konteksnya. Jika kita tersadar, maka mungkin kita akan ingat bahwa hutang untuk menjadi ADK/ADS/ADW (W = wilayah) itu sangatlah bergelimpangan. Apa lagi di Indonesia ini, masih banyak PR besar yang harus kita selesaikan bukan dengan hal yang ecek-ecek, melainkan dengan strategi yang matang dan arah pasti.

Buku-buku yang sengaja saya potret (lihat gambar), itu beberapa bekal untuk menjadikan kita lebih bersemangat dan tau arah (walau belum begitu lengkap dan masih banyak lagi santapan buku sebagai referensi para aktivis). Selain kita ahli dalam menguasai medan, kita juga harus memiliki bekal dan ahli dalam bidang ilmu atau bisa dibilang ini adalah salah satu pemantapan fikroh. Sudah sejauh mana kita menguasai? Apakah kita menyi'arkan islam dengan kemampuan seadanya dan untuk bekal sesaat saja, yang tak bisa menumbuhkan rasa antusias orang lain (yang kita syi'arkan) untuk tetap pada prinsip yang baik?

Tempo hari, saya berkumpul dengan beberapa sahabat di rumah, yang sama-sama gelisah dengan kondisi ummat saat ini. Kenapa saya sebut gelisah? Ya, karena kegelisahan inilah yang terpenting dalam dakwah. Saya sangat khawatir jika men-judge bahwa saya dan kawan-kawan adalah aktivis dakwah, karena sepertinya belum bisa dikatakan pada taraf itu. Kami sama-sama mengulas balik kisah para sahabat dengan kriteria perjuangannya masing-masing, yang tetap konsisten, yang pada dasarnya menempatkan semua karena Allah.

"Sudah sampai mana bacaan manhaj antum? Sudah selesaikah? Atau malah, masih belum selesai sama sekali (a.k.a belum dibaca)?" Tersontak pertanyaan dari seorang sobat itu hadir dalam keceriaan kami dan hanya sunyi yanga ada saat itu. Saat semua menjawab bergiliran, jawabannya nggak jauh berbeda dan penuh tampang malu. "Buku ini baru separo, kalo yang itu udah habis sih tapi itu juga PR dari MR plus syarat ikut dauroh, terus yang lain yaa sama masih separo-separo aja. Mungkin bacanya tergantung mood itu.." santai-santai malu memilukan, jawaban itu pun muncul seketika. Rata-rata jawabannya sama seperti itu. Akhirnya mengundang pertanyaan yang lain.

"Terus antum berdakwah berdasarkan apa? Al Quran dan As Sunnah aja?" ketawa-ketiwi hadir saat itu, namun tetap malu memilukan, huft... Lanjut.. "Antum gimana siap terjun untuk dakwah kalo bacaan antum masih separo-separo? Nanti yang ada mungkin apa yang antum sampaikan separo-separo juga lagi"

Dari pertanyaan yang nyentil itu menghasilkan banyak pemikiran, salah satunya bagaimana terus semangat dan memaksakan diri untuk membaca buku-buku itu, buku-buku yang memang disiapkan untuk mental pejuang dakwah yang sesungguhnya. Pikiran ini terus bercabang-cabang sampai memunculkan banyak ide-ide sederhana namun sepertinya bisa menjadi cara agar perjalanan indah ini terus berlanjut. Mungkin cara-cara yang terpikirkan ini sudah biasa dikalangan orang-orang terdahulu (para senior), namun sekarang, kemerosotan dakwah sangat terasa, bukan di satu tempat, melainkan banyak tempat di Indonesia yang meresakan hal tersebut karena beberapa faktor.

Para qiyadah yang kian sedikit bertoleransi mengingatkan jundi-jundinya akan kesadaran cita-cita bersama ini. Atau malah bekal qiyadahnya pun belum bisa dibilang cukup? Jika kita membayangkan posisi kita seperti saudara-saudara di Mesir yang sedang bergejolak saat ini, mungkin kita akan segera hancur lebur, karena masih mengartikan perjuangan ini untuk formalitas belaka. Masih ada diantara kita yang halaqoh karena untuk menggugurkan keberadaan di wajihah, lalu karena ada teman yang asik, karena ingin cari jodoh, karena untuk kekerenan aja saat berada di wajihah. Sebetulnya bukan itu yang diinginkan oleh para sahabat kepada kita. Kita diajak berkumpul bersama, untuk menumbuhkan pemikiran yang matang, yang jelas arahnya, kita disana diingatkan betapa pentingnya hidup antum untuk orang lain dan antum harus menguasai setiap ilmu untuk menjadi senjata ampuh, kita juga diingatkan bahwa setiap kita adalah pemimpin yang akan memajukan ummat. Jika dalam halaqoh saja hati-hati kita belum menyatu satu sama lain, maka bagaimana untuk menyatukan seluruh hati ummat muslim se-Tanah Air ini? Apa kabar Rabithah kita?

Apakah dakwah kita masih ecek-ecek? "Kalo nggak ada si ukhti, ane nggak mau dateng ah.. males nggak ada temen yang bisa diajak ngobrol" atau "Kalo ada si akhi, ane males dateng ke kajian lah, males ketemu dia" Itu kah dakwah kita? Mau beramai atau sendiri kita harus siap. Jika masih ada pemikiran cetek seperti itu, tak dipungkiri bahwa dakwahnya masih seujung rambut, belum sampai akar-akarnya dipahami. Astaghfirulloh.. Inikah kemerosotan ummat? Jika kita masih merasa, "ah kayaknya ane nggak kaya begitu, malah ane yang bergerak sendirian, ane masih bisa ko, tapi mereka itu mbok yaa sadar gitu lho.." Bagus kalo kita masih sadar dan bisa bergerak walau sendiri, tapi apakah dalam kesendirian mempercepat pergerakan? Atau hanya melejitkan nama saja? Sudahkah dengan kesungguhan mengajak kawan untuk sama-sama berbagi dengan yang lain? Atau mengandalkan secarik sms JARKOM atau TA'LIMAT yang kian diabaikan keberadaannya? Sudahkah bicara dari hati kehati?

Banyak sekali kekhawatiran, sampai diri ini pun bertanya "Ya Allah, sesungguhnya sudah sampai mana taraf dakwahku ini? Apakah aku pantas dikatakan seorang aktivis dakwah? Ataukah aku masih setaraf dengan orang yang aku dakwahi? Berikan hidayahMu, dan jika memang pantas, jadikanlah aku salah satu penggerak keluarga, sahabat, adik-adik dan orang-orang disekitarku dalam berislam.."

Para syuhada bukanlah orang yang ecek-ecek, para syuhada adalah orang-orang pilihan Allah, para syuhada adalah penggerak yang tangguh dan mengayomi setiap langkah untuk kesejahteraan ummat. Para syuhada adalah yang tak pernah takut untuk mati dalam kondisi berjihad, para syuhada adalah insan yang yakin akan bertemu Allah jika mereka menyerahkan seutuhnya kepada Allah. Mental mereka adalah mental baja, fikroh mereka adalah fikrohnya fikroh. Apakah kita sudah sampai pada titik itu?

Ikhwah fillah, ini mungkin hanya segelintir jeritan hati yang ingin segera terluapkan dengan pasti. Entah output apa yang akan diterima, namun harapannya sebuah pergerakan nyata. Saya hanya ingin kita disini sama-sama berpikir, sama-sama memuhasabahkan diri bahwa, sudah sampai mana posisi dakwah kita hari ini? Jika kita sangat menikmati keleha-lehaan dihari ini, maka sampai kapan perubahan yang diimpikan itu tercapai? Ataukah impian bangkit itu sama sekali tidak pernah ada didiri masing-masing kita? Jika itu yang terpikirkan, maka hutang kita pada para syuhada untuk meneruskan perjuangan mereka akan kian menumpuk, mungkin hingga membusuk.

Wallahu'alam bishowab..



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cuma Bisa Mikir "Masa Sih?" Sambil Senyum



Dunia anak-anak memang nggak ada yang tau. Mau kita bilang salah juga mereka anggap masih bener. Yaa itulah anak-anak. Setiap mereka mendengar satu kata dari kita aja, itu baginya adalah ilmu baru yang kudu mesti di update dalam otaknya, sehingga menjadi bahan baru untuk dikeluarkan sewaktu-waktu.

Anak, adik, keponakan memang kudu kita jaga bener-bener supaya penjerumusan otak mereka menjadi baik. Sering kita menemukan, ada anak-anak yang bercerita diluar akal sehat orang dewasa dan langsung lah kita bilang "Masa sih?" sambil kasih senyum manis penuh heran. Misal, "kucing dirumah aku bisa ngomong tau", atau "Aku punya pohon uang, baru aku tanem tadi", atau "Aku punya sayap, tadi malam aja aku terbang, tapi sayapnya udah gak ada lagi sekarang". Muka polos penuh pamer itu perjuangan banget bagi mereka, karena mereka akan mikir keras untuk mengarang sejuta cerita, namun tetap unik walau tak masuk akal.

Tapi semua dari kita pernah mengalami itu, karena faktor gak mau kalah dan mau jadi pusat perhatian. Itu biasa. Hmmm sebetulnya bisa sih hal yang seperti itu diatasi, terlebih orangtua yang berperan penting.

Sangat mencengangkan kalo anak umur balita tapi udah bisa hafal Qur'an. Amazing banget. Seperti yang ada di tayangan sebuah stasiun televisi baru-baru ini (dimulai bulan Ramadhan), anak-anak berwajah polos dengan lantang dan lancar muroja'ah surah yang belum tentu kita semua hafal.

Walau begitu, kita gak boleh ngelarang mereka untuk berimajinasi. Tapi cerdas-cerdasnya kita membimbing mereka dengan hal yang positif untuk perkembangan hidup mereka.

*eh.. Kenapa bahas anak ya? #baruNyadar #bukanKode :D



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lebaran Serempak



Alhamdulillah... Tahun ini lebaran serempak, walau awalnya memang ada saja kontroversi yang melanda (berasa apaaa gitu kontroversi hehe). Lebaran tahun ini rasa-rasanya sangat menyentuh bagiku, karena telah menjalankan shaum dibulan Ramadhan yang begitu terlimpah berkah, sampai-sampai terasa cepat dilalui.

Semua terasa cepat dilalui, mungkin karena terlalu banyak agenda juga. Hmm tapi tidak juga. Mungkin ini kali rasanya Ramadhan yang "ngena" banget. Sedih sangat saat mengetahui Ramadhan berakhir, entah air mata timbul dari benak mana dan sebab apa, keluar begitu saja.

Indah Ramadhan kali ini rasanya terlalu indah, sampai aku ingin selalu berada dibulan yang penuh kesejukan dan disiplin itu. Bulan yang mengajarkan betapa pentingnya hidup sehat dan rapi dalam beribadah.

Semoga aku dan kamu kamu sekalian, bisa bertemu keindahan dalam Ramadhan selanjutnya, dan merasakan betapa nyamannya ada dibulan itu.

Wallahu'alam bi showab.. :)



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TAKBIRAN... KELILING...



Kalo lagi takbiran begini, jadi inget masa-masa di Rohis Prudent School..
Setiap kita memekikan kata "TAKBIR", langsung takbir selantang-lantangnya "Allahu Akbar..."
But after it, always dikasih kata-kata ending yang agak menggelitik, yaitu "TAKBIRAN ?" dan serempak kita jawab "Keliling..."

Hahaha.. biasalah itu, kerjaan para ikhwan untuk mengisi masa muda mereka yang mungkin kesepian, akhirnya mengisi kekosongan dengan hal tersebut. Tapi akhwatnya jadi pada ikutan latah ngomong "Keliling..." kalo kalo ada yang bilang "TAKBIRAN.." :D Ini pun dialami hingga sekarang, walau sudah ganti beberapa dekade.. maksudnya generasi, dekade terlalu lebay :O

Nah, itu dulu, kalo sekarang malah miris, takbiran keliling malah menjadi larangan. Agaknya seperti pembodohan berkedok aturan, atau memang ini salah satu cara untuk mengurangi yang lebih ditakutkan ketimbang kebersamaan yang lebih terlihat saat ummat muslim keliling saat malam takbiran. Atau su'udzonnya, pihak aparat gak mau pusing-pusing buat ngawasin warga yang berkeliling, karena (husnudzonnya) sang aparat mau ikut berkumpul juga dengan keluarga tercinta di rumah :)

Ane sendiri belum begitu faham apa alasannya. Tapi yang jelas kalo lebaran gak boleh keliling, tahuun baru juga dong.. Malah tahun baru bikin banyak kemaksiatan merajalela (menurut hemat saya). Mereka yang melaksanakan malam tahun baru merasa bebas dengan situasi tersebut, padahal dengan adanya malam tahun baru belum tentu tuh hutang pada dilunasin secara tiba-tiba sama para piutangnya.

Yaa ini cuma pendapat ane aja, sebagai WNI yang butuh pemaparan yang jelas mengenai suatu penetapan. Semoga kita bisa sama-sama dewasa dalam menyikapi setiap keputusan, semoga apa yang kita jalani tetep lempeng dan bermanfaat untuk semuanya.

Karena ane cuma manusia biasa dan cuma Allah SWT yang bisa mengukur seberapa jauh ane baik.. So, dengan sadar ane mau menyampaikan salam maaf sedalam-dalamnya kepada teman-teman, kali aje ada kesalahan atau kekhilafan ane yang nyantol dihati, mohon segera dimaafkan. Karena ane ngeri kalo sampe ada dendam yang nggak terhapuskan, biasa berabe urusannya sampe akhirat :)

Taqabballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu'aamiin wa antum bi khoir... Ied Mubarok 1434 H..
@hestuSUGAR ^_^



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Husnudzon? Ihsanudzon bahkan!




Tulisan ini by Kaka' Guru (Ahmad Muhaimin).

Suatu ketika ada seseorang datang kepada Nabi namanya Maiz bin Malik, dia berzina. dia berkata:


"zannaitu ya Rasulullah, fathohirni", "Aku berzina ya Rasulullah, bersihkan aku", Nabi tidak menengok kepada dia, malah beliau mengalihkan pandangannya. 

Nabi malah mengusirnya "Maiz, pergilah!", 

Tapi Maiz masih kukuh dan tetap mengaku juga "Zannaitu ya Rasulullah, fathohirni" "Aku zina ya Rasulullah, bersihkan aku". 

Maiz terus menerus mendesak pada Rasulullah. Rasulullah mencoba memberikan alasan, 

Rasulullah bersabda "La'allaka tobbalta ya Maiz","Mungkin saja kau cuma cium Maiz", "La'allaka romaz","Mungkin saja kau cuma raba-raba saja", 

Maiz malah semakin tegas "Ya Zannaitu Ya Rasulullah" Aku zina ya Rasulullah, kau tak tahu", 

disetengah riwayat Rasulullah berkata "Kau mabuk Maiz". 

Maiz terus mendesak, akhirnya hukuman jatuh kepadanya. Maka ia dirajam dua atau tiga hari, kemudian datanglah Rasul sambil memberikan salam kepada para sahabat yang sedang duduk, dan beliau pun ikut duduk. Lantas Rasulullah saw. berkata :”Mintalah ampunan kepada Allah swt untuk Ma`iz bin Malik, sungguh ia telah benar-benar bertaubat kepada Allah swt, seandainya taubatnya itu kamu bagi-bagikan kepada satu ummat pasti akan mencukupinya.”

Sungguh indah nian kisah para sahabat dan Rasulullah saw, mutiara yang tidak pernah habis jika terus digali dan dicari. Secuil kisah nan hikmat yang dicontohkan oleh Rasulullah tentang apa itu husnudzon atau berbaik sangka, bahkan lebih dari itu. sebelumnya Allah telah menegaskan dalam surat Al Hujurat ayat 12: 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan jangan kamu cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Sifat mulia ini mulai tergerus semakin parah, husnudzon atau berbaik sangka diantara kita menjadi komoditas yang mahal. Kita mudah percaya apa kata orang lain tentang keburukan-keburukan saudara kita, kita juga sering menafikan kebaikan-kebaikannya bahkan mencurigainya dengan berbagai dalil dan alasan. Ada yang berprasangka seorang itu mau menang sendiri lah, semena-mena lah, mengincar jabatanlah, mengincar uang lah, mengincar akhwat(perempuan) lah. Entah istilahnya dengan "tuh lagi manuver" "nelikung" "PedeKate" "Tebar Pesona" "Cari Muka"

Istigfar teman. Coba lihat suri tauladan kita, bagaimana Rasulullah tetap berbaik sangka hatta(walaupun) sahabat tersebut mengaku di depan Rasulullah! Rasulullah mengawali dengan tidak mengubris ucapannya, bahkan diusir kan! setelah di desak Rasulullah mencoba memberikan dalih kepada Maiz barangkali sahabatnya itu salah, mungkin cuma mencium, mungkin cuma meraba. Sampai akhirnya Maiz terus mendesak, ada riwayat setelah Maiz empat kali menemui Rasul di hari yang berbeda barulah ia di rajam. Hingga akhirnya Allah menerima taubatnya. 

Itu baru ke sesama manusia bagaimana kepada Allah swt?

Terkadang kita sudah berusaha mati-matian, menggerus tenaga kita, pikiran kita, waktu luang kita, tapi ko hasilnya gak sesuai dengan jerih payah kita? oke kalau itu ternyata memang urusan kita saja, nah kalau itu urusan ummat juga, dakwah? 

"Ud'ullah wa antum, uqiimuna bil ijabah", "Kamu doalah kepada Allah dalam keadaan kamu yakin diterima"
mungkin saja kita lupa berdoa, mungkin saja kita kurang yakin...sudah doa, sudah yakin?

"Wa'lamu annallaha la yaqbalu du'a min qolbillahi gofil", "Ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima doa daripada hati yang lalai dan alpha."
mungkin saja kita sedang lalai, mungkin saja kita alpha.

Ingat janji Allah teman dalam surat Al Baqoroh ayat 186
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Jadi Allah sudah pasti mengabulkan doa hamba-Nya, kecuali hamba-Nya tidak berdoa sungguh-sungguh.

Hanya jika Allah memperkenankan suatu doa, Allah mengabulkan dengan berbagai cara. Misal seorang hamba meminta uang, sebenernya dia bukan meminta uang tapi minta kebahagiaan, tapi dia sangka dengan adanya uang maka akan ada kebahagiaan. Allah kadang-kadang tidak berikan uang sebesar apa yang dia harapkan, tapi Allah beri kebahagiaan. Dia doa minta istri cantik atau lawan jenis yang dia taksir bertahun-tahun bahkan, Allah tahu itu tidak baik untuk dirinya, Allah beri juga istri/suaminya tapi bukan sesuai permintaan hamba-Nya. Tapi yang Allah berikan itu lebih baik untuk kehidupannya, lebih baik untuk kebahagiaan rumah tangganya, dan lebih baik untuk hamba-Nya dalam menjalankan hidup. 

Ada juga istilah lain yaitu ditundanya doa, mungkin belum waktunya menurut Allah acara-acara dzikirullah kita ramai dengan orang, mungkin belum waktunya menurut Allah seseorang itu mendapat hidayah, mungkin belum waktunya menurut Allah dakwah ini menang. Mungkin Allah ingin lihat siapa saja yang berjuang terus dijalan-Nya, siapa saja yang masih bersusah payah walaupun hampir tanpa hasil tapi hanya berharap pada ridho Allah, dan siapa saja yang bertahan sampai akhir. 

Namun ingat teman hadis qudsi "ana 'inda dzonni 'abdii bii" "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku"
Maka janganlah coba-coba berprasangka buruk di setiap keadaan.

Jika memang ada istilah diatas husnudzon, maka saya akan memakai ihsanudzon. Sebenar-benarnya berbaik sangka. Wallahualam bissawab




Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belajar Tulus dari Sang Penjual Tissu



Mungkin jika anda berkunjung ke daerah Tangerang, tepatnya di halte Kebon Nanas yang mengarah/sejalan menuju ke tol jakarta-merak, akan bertemu dengan sosok itu. Memakai peci putih sulaman, tinggi, berkulit hitam, mungkin usianya sekitar 40 tahun lebih. Ia memiliki senyum yang ikhlas dan membawa seperangkat dagangannya untuk ditawarkan pada yang membutuhkan. Entah siapa namanya, yang pasti aku sering bertemu dengannya setiap menunggu bis yang akan aku tumpangi menuju kampusku di Serang Banten.
"Untirta ya, dek?" suaranya khas yang membuat aku tak perlu berpikir suara siapa itu. Senyum ikhlasnya pun menyapaku ditiap pertemuan, seakan mengotomatiskan bibirku untuk ikut tersenyum. "iya pak, sudah ada yang lewat kah?" tanyaku penuh harap, "Insya Allah sebentar lagi, dek. Tadi sudah ada yang lewat, paling 3 menit ada lagi. Ditunggu aja ya, dek"

Awalnya, saat aku baru memasuki masa kuliah, aku berpikir bahwa bapak ini sedang berusaha cari perhatian agar dagangannya laku. Namun, setelah aku sering menemuinya, dia tak pernah menawarkan dagangannya kecuali saat ia beroperasi di tiap bis-bis yang lewat. Ternyata bukan hanya aku? ujar hati ini yang terdecak kagum melihatnya mempersilahkan setiap orang yang lewat untuk menunggu/menaiki bis yang akan ditumpangi. Ia pun tau setiap orang mau kemana dan naik bis apa, hingga setiap orang yang menunggu bis disana tak segan menyapanya dan malah berharap agar ia ada untuk memberikan informasi angkutan antar kota yang akan ditumpangi.

Takjub pun tak berhenti sampai disana, saat ada orang yang menunggu sahabatnya lalu sang bapak ini tau bahwa sahabat dari orang itu sudah berangkat, jadi orang itu tak perlu lagi menunggu lama penuh harap, atau ia tau sahabat dari orang yang ia temui itu menunggu dimana. Bukan satu atau dua orang yang ia perlakukan seperti itu, tetapi banyak, mungkin aku pun termasuk didalamnya. Ia bukan dukun yang mengetahui segalanya dengan ilmu tak jelas, ia mengetahui semua karena sering menyapa dan membantu orang-orang yang berada disana. Pernah juga, saat aku sudah duduk di bis tujuanku, tak sengaja aku melihatnya dengan sigap membantu nenek buta untuk masuk ke bis tujuan sang nenek, padahal disana banyak orang yang tidak sedang repot membawa dagangan.

Saat keseringanku menatapnya disetiap pagi menjelang keberangkatanku menuju kampus, tiba-tiba terbesit dan terbayang dalam benak bahwa akhirnya ia akan ikut berbaris diantrian masuk orang-orang yang dipanggil untuk masuk SurgaNya, lalu memberikan senyuman tulusnya itu pada setiap orang yang ada di padang Mahsyar. Hingga sampai pada titik kagum yang tertinggi, aku berdoa kepada Allah SWT, jika memang ia termasuk orang yang beriman kepadaMu, masukkanlah ia kedalam SurgaMu, semoga...



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Liburan, Ajang Penambah Ghiroh Dakwah dan Ukhuwah



Alhamdulillah hiladzi 'alafa baina kulubina faasbahna bini'matihii ikhwana.. Allahumma sholli'alaa muhammad wa'alaa ali muhammad...

Syukur senang dan bahagia ku haturkan kepada Allah SWT sebagai pembimbing dan penuntun utama dalam peradaban hidup ini, dan sholawat untuk Rasulullah SAW sebagai Murabbi terbaik dalam setiap sejarahnya untuk ditiru dan di buru ilmunya. Tak terasa waktu liburan akan segerea usai dan ternyata tak sedikit pelajaran berharga yang dapat diambil, salah satunya pelajaran dalam memanfaatkan hidayahNya yang dengan mudah diberikanNya untuk dimanfaatkan oleh ku dan teman-teman sekawan.

Liburan ini bisa terasa indah, karena banyak aktifitas yang terasa sangat manfaatnya. Boleh ya cerita satu-satu untuk pengalaman :)

1. Awal liburan mungkin diawali dengan mengisi manfaat untuk teman-teman di SMAN 3 Tangerang. Awalnya ada seorang sahabat yang memohon untuk dibantu dalam mengisi adik-adiknya di sekolahannya, permintaan itu ada saat acara Musyawarah Kerja KAMMI Untirta dilaksanaan atau lebih tepatnya saat penyampaian proker dari teman-teman SC, si sahabatku ini tiba-tiba bertanya, "mau kan ngisi di sekolahan?" tanpa basa-basi lagi. Saat aku tanya waktunya yang tak ada halangan langsung saja aku ambil job manfaat itu.
Setelah menjalaninya, menjadi salah satu koreksi diri juga dalam mengenal dan berinteraksi dengan teman-teman dari rohis di sekolah lain, walau aku sudah menginjak dunia kampus, namun akan ada kesan luar biasa bagi pribadiku tentang perkembangan rohis di Tangerang.
Sahabatku pun langsung mengajakku untuk makan sebentar disalah satu tempat makan ala italy, Alhamdulillah kenyang ^_^

2. Tak disangka saat itu aku hanya ingin ke kampus untuk mengumpulkan tugas Fotografiku ke salah satu teman sekelompokku untuk pengambilan nilai UAS semester 3. Sms pun datang, nadanya mengajakku untuk ikut blusukan ke salah satu daerah banjir di Banten, kebetulan sekali aku memang tidak ada kegiatan lagi setelah itu dan pas sekali saat itu aku membawa De'SeLiR (sebuatn untuk kamera DSLR ku hehe), akhirnya tanpa basa-basi pun aku langsung meng"iya"kan ajakan itu.
Banyak ilmu, pelajaran, kenangan, rasa bersyukur amat mendalam, senang, sedih, haru, semangat dan semuanyaaa menjadi satu rasa yang kuat pada saat itu. Aku serasa ikut merasakan penderitaan saudara-saudara disana yang sedang merasakan banjir itu, semnagat untuk terus membantu pun ada, dan besar harapan ini agar apa yang aku dan teman-teman bawa yang itu pun hasil kami mencari sumbangan dari masyarakat Banten ini bisa menjadi manfaat yang luar biasa untuk korban banjir.
Disana banyak terselip dugaan baik pada Allah SWT, bahwa Allah masih menyayangiku yang masih diberi rasa aman dikala hujan menjalar kerumah tanpa ada keluargaku yang merasakan banjir, Alhamdulillah :)

3. Acara JAMBORE LSP PAI yang diadakan kampus pun mewarnai kebahagiaan diliburan kali ini. Aku senang bisa berkontribusi dengan teman-teman panitia dalam acara tersebut. Banyak keceriaan dan pengalaman indah dari acara itu, yang pasti terasa eratan ukhuwah menyerambah pada diri ini dengan adanya kebersamaan saat itu.
Semoga terus tercipta kebersamaan itu, harapan besar.

4. Lanjut dengan kegiatan syuting alias syuro penting acara hebat dan luar biasa (di Kota Tangerang tercinta), dengan orang-orang yang hebat pula. Seminar yang didalamnya terdapat pembicara yang hebat lusr biasa dan aku dengan beberapa teman di amanahi untuk mengatur serangkaian acara yang ada disana.
Sebelum serangkaian acaranya terlaksana, syuro menjadi ladang yang tidak hanya menjadi sebuah ajang memikirkan acara saja, tetapi didalamnya banyak menyimpan banyak manfaat. Sebelum berjalannya syuting, kami para panitia selalu disuguhi dengan taujih hangat penyemangat kalbu dengan ikhlas dari sang penyaji taujih. Rasa-rasanya syuting tak menjadi sia-sia malahan menjadi ladang pencarian ilmu yang bermanfaat untuk diri ini. Subhanallah, kata ini selalu terucap manakala diri ini hadir untuk menjadi salah satu insan yang hadir pada rancangan acara itu.
Hmmm after acara itu berjalan, rasanya ingin sekali aku bergabung kembali dengan teman-teman pencetak generasi kemenangan itu untuk kembali merajut rancangan yang lebih canggih dari sebelumnya. Salah satu sahabat terbaikku yang juga baru mengikuti kebersamaan ukhuwah indah itu, merasakan hal yang sama dan mungkin ia lebih dahsyat perasaan bangganya. Katanya ia merasa dihargai dan diperlukan dalam acara tersebut, malah merasa bermanfaat banget rasanya hidupnya hehe, memang rada lebay tapi itulah ia rasakan. Ternyata melebih apa yang aku rasakan sampai-sampai ia mau terus dan melulu mengikuti acara-acara manfaat lainnya.

5. Mengikuti pelatihan untuk lebih berpikir lagi dalam mengatur diri dalam berbagi. Acara pelatihan ini dilaksanakan bersama teman-teman di Tangerang juga (sebagian teman yang berperan diacara pertama pun hadir), hal ini lebih menambah kemantapan ukhuwah ku dengan teman-teman di Tangerang yang sudah lama tak aku rajut karena kesibukanku di kampus maaf ya..
Aku tak kuasa membendung rasa syukur lagi dan lagi, karena dalam pelatihan ini aku menemukan ilmu untuk lebih peka dalam berinteraksi dengan seseorang dimanapun dengan cara-cara yang mendukung juga cocok sekali untuk kondisi generasi kali ini, pastinya bertujuan membangun peradaban kemanusiaan yang lebih cerdas dan baik lagi, Insya Allah :)

6. Lalu selanjutnya ada acara kampus yang ga kalah seru. Tiba-tiba dapat sms dari sahabat seperjuangan (kakakku, ka'dee yang shaliha), bahwa KAMMDA Banten akan mengadakan acara Pelatihan untuk Kepemimpin pada hari Sabtu Ahad pekan itu. Acara yang juga untuk melatih kepemimpinan diri, untuk diri sendiri maupun orang lain. Awalnya aku tak ingin ikut karena aku pikir akan banyak yang aku persoalkan setelah aku mengikutinya (salah satunya masalah encok pegel linu hehe). Namun entah mengapa ada dzat yang sengaja menguatkan ku untuk ikut acara tersebut.
Awalnya kenapa aku agak malas-malasan disebabkan panitia penyelenggara menurutku belum terlalu  niat membuat acara tersebut. Ada jarkoman yang bilang kalau aku harus kumpul di Alun-alun Serang jam 7 pagi, dengan semangat aku bergegas kesana dengan hati mantap, namun ternyata pertemuan yang telah menantang hatiku itu malah ada di jam 12 siang dan bertepatan bukan di alun-alun melainkan di KAMMDA Banten. Itu emmbuatku seidkit lesu dan merasa ingin mengurungkan diri dari acara tersebut.
Huft, tapi apa yang aku bayangkan tak sesuai dengan egoku saat itu. Aku terus mengikutinya dengan hati setengah semangat, saat aku mengikuti acara pertama aku sudah jatuh karena lemas kurang asupan makanan, mungkin terlalu lelah memikirkan hal yang seharusnya tak usah aku pikirkan saat itu. Namun sudah terlanjur, aku jatuh saat semua peserta acara sedang berbaris sigap. Sebelumnya aku menahan sakit yang aku rasa dibagian lambung dan ginjal yang sebelumnya dibawa lari dilapangan 5x putaran dengan kondisi masih haus (kurang minum), untung saja saat aku jatuh sudah banyak teman yang membopongku, dengan sekuat apa yang aku masih punya, aku berjalan membantu sang pembopong tubuhku yang kecil namun tak enteng ini.
Aku pun di beri minum susu hangat sambil di oleskan balsem ke bagian perut oleh para pantia Akhwat yang standby di dekat tenda panitia. Diabawah pohon rindang aku ditenangkan agar bisa lebih vit dengan segelas susu hangat dan telur bulat yang baru selesai di rebus hangat dan masih terasa mendidih, tak lupa aku minta obat masuk angin yang untuk orang pintar itu hehe, akhirnya aku pun fit kembali dan bisa mengikuti acara hingga usai.
Acara yang diselenggarakan tidak hanya untuk membina fisik yang kuat tetapi juga membina ruhiyah yang mungkin sudah lama ringkih atas khilaf yang tercipta sengaja maupun alfa. Muhasabah yang begitu indah terangkai dalam acara yang menurutku singkat tapi bermaknsa, karena acara hanya berjalan 2 hari 1 malam.
Endingnya pun so sweet, sampai aku merasa indah pada tingkat ukhuwah cintaNya, Alhamdulillah...
Lelah pun tak menjadi kenangan yang membekas, karena lebih membekas rasa hati ini kepada apa yang dihasilkan dari buah manis acara tersebut :)

7. Dan terakhir ini acara di KAMMI Komisariat Untirta yang mempertemukan ukhuwah islamiyah dengan teman-teman dari KAMMI Uhamka, banyak pelajaran yang didapat terutama pelajaran dalam pergerakan. Mereka sangat sulit sekali dalam membina  dan mengelola Komisariatnya yang disebabkan dilarangnya pergerakan mereka oleh kampusnya itu sehingga sampai sekarang pergerakannya masih sembunyi-sembunyi, karena dalam keterangannya jika ada organisasi lain (terutama eksternal) berada dikampus dengan segala kontribusinya lalu organisasi itu tak dapat keterangan resmi dari kampus lalu ada orang yang memakai jaket atau atribut lain dari organisasi tersebut akan ditangkap. Sungguh, hanya untuk berdakwah memang tak ada rintangan yang ringan, karena yang ringan hanya untuk para pemula, jika kita telah diberikan kesulitan yang berlebihan maka disana pula Allah menganggap kedewasaan atau kematangan seseorang/wajihah telah tertanam dan harus dihadapi dengan yang tak sekedar ringan-ringan saja.
Semoga acara ini bisa menjadi acara yang diterima baik dari kedua belah pihak (seolah hehe) dan bermanfaat untuk semua ya, Aamiin :)


Apapun kegiatannya, yang penting percaya bahwa Allah selalu menyertai setiap langkah ini dengan dekapan hidayah dan keringanan dalam lingkaran ukhuwah dakwah yang terajut dengan mudah dan indah Aamiin... ^_^

Wallahu'alam bi showab...



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bagaimana Kabar Ruhiyahmu ?



Alangkah indahnya semesta hidup ini manakala terus diwarnai dengan kebaikan yang membawa kita pada masa yang lebih indah dari saat ini. Salah satunya dengan mengokohkan iman islam dan kecintaan kita pada sang Pencipta, dengan pengaplikasian yang nyata tanpa ada rasa gundah gulana dan menjadi suatu kebutuhan makanan jiwa.

Dengan cinta Allah menciptakan segala kebaikan untuk kehidupan kita didunia ini, dunia yang memang hanya sementara. Allah pun telah mempersiapkan keindahan yang lebih membahana indahnya pada SurgaNya yang telah dijanjikan kepada kita semua dalam ayat suci yang mentereng pada kitab luar biasa, Al-Qur'an.

Sebagai manusia yang ingin mencapai keindahan itu semua tak disalahkan jika mengisi ruhiyah dengan kebaikan. Sudahkah? atau masih berusaha? yang jelas usaha di dunia ini akan terus di legalkan oleh Allah Swt agar kita senantiasa mengaplikasikan kebaikan untuk tabungan di akhirat kelak. Ya, akhirat, sebuah dunia yang didalamnya banyak sekali apa yang belum pernah kita melihat sebelumya di dunia fana ini. Akhrat adalah satu-satunya tempat yang nyata dan Allah siapkan untuk semua insan. Terkadang kita mengabakan apa yang diberikan Allah yang bernama nikmat, nikmat yang berlimpah tak luput dari kehidupan kita ini namun sering kali kita terus mengeluh untuk mendapatkan yang lebih.

Jika kita sudah menginginkan yang lebih dan banyak maka artinya kita juga harus siap mengindahkan aqidah kita kepada Allah. Banyak orang yang mengatakan bahwa setiap kebaikan akan Allah balas kebaikan pula, semua terasa sangat berkesinambungan antara apa yang kita kerjakan dengan apa yang kita lakukan, semua seimbang sesuai usaha kita. Ruhiayh adalah salah satu tempat dimana kadar keindahan rasa cinta kita kepada terukur, bukan dengan alat canggh namun dengan kekuasaan yang Allah miliki, Allah bisa faham apa yang kita inginkan sesungguhnya. Jika memang usaha kita baik maka dan yang kita kerjakan termasuk membangun ruhiyah yang baik sudah terlaksana dengan baik pula, maka tanpa berpikir panjang Allah akan menempatkan nikmat dan keinginan kiita itu pada diri kita segera. Tetapi jika apa yang kita lakukan dalam menata ruhiyah yang baik belumlah maksimal atau bahkan tak ada usaha membangun ruhiyah sama sekali, maka Allah pasti segan untuk memberikan keinginan kita.

Seringkali terpikir dalam benak ni, apakah memang benar-benar ruhiyahku sudah pada kadarnya? di setiap apa yang aku inginkan yang aku usahakan, berasa belum maksimal namun Allah dengan sengaja bukan secara kebetulan memberikan apa yang aku inginkan. Terbesit rasa bingung, padahal apa yang aku inginkan sudah tercapai, hahh itulah aku, itulah manusia yang aku, itulah manusia yang diriku. Apakah dirimu juga begitu?

Semoga saja apa yang kita lakukan memang benar-benar Allah  takdirkan karena ruhiyah yang baik pula, agar bbisa juga menjadi patokan dasar diri ini, karena kita hanya bisa mengukur diri kita dengan hal seperti itu saja, kita tak mungkin memliki alat yang bisa berbicara seberapa ukuran ruhiyah kita. tak jarang ruhiyah in tergoyah mana kala ada hal yang dibuat para pengganggu dunia (syaithan) yang bergleria dimanapun kapanpun kita ada, usaha kta juga untuk bisa bertahan dalam ruhiyah yang baik.

Ruhiyah yang baik pun meliputi apa yang kita ikuti selama ini, apakah baik atau tidak. Ruhiyah yang adanya dalam qolbu ini menjadi patokan dasar kita, namun dengan apa yang kita ikuti bisa pula menjadi alat pendukung yang luar biasa. Dengan mengikuti pengajian rutinan (halaqoh) menjadikan diri ini lebih terjaga dan banyak yang menjaga. Dalam mengikuti lingkaran pekanan tak selamanya membuat kita terjaga, tak jarang pula keburukan menimpa hat ini jika sedang lalai dan lain sebagainya. Yang terbesit dalam benak ini adalah, jika ruhyah ini yang setiap pekannya terisi dengan motivasi dipekannya saja masih bisa goyah dan futur, apalagi yang tidak sama sekali mengkuti agenda rutn tersebut, mungkin akan jatuh dan terus meringkih, naudzubillahimindzalik..

Untuk itu, yang mengaku bisa menata ruhiyah dengan baik, tetaplah pada tempatnya, tetaplah berkarya dengan apa yang Allah ridhoi, karena belajar juga seni, karena beribadah juga seni, karena mencintai Allah juga seni yang tak terlepas dari proses penghambaan. Bukan karena kita tekun berharap dan mencari ridho Allah, kita tak bisa menyalurkan seni kita. malahan dengan ketaatan kepada Allah membuat kta terus berpikir bagaimana menata islam yang lebih baik dan mengajak banyak ummat yang telah terperosok pada kejahiliyahan, dan berpikir untuk itu pun seni, seni yang memukau juga akan berdampak baik untuk kehidupan ini, Insya Allah :)

Terus semangat, berkarya dan menyalurkan bakat senimu kepada ummat karena Allah Swt.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengalaman ke Amerika ?



Amerika, siapa sih yang gak kenal? sudah jadi biasa ketika kita mendengar Amerika di televisi atau dimanapun. Tetapi kalau kita kesana apakah menjadi biasa? Wah keren rasanya jika kita bisa kesana dengan niat untuk menuntut ilmu. Seperti teman orangtuaku yang sudah lama menetap disana untuk kuliah sambil kerja disana. Mereka berpasangan alias suami istri, mereka menikah pun karena bertemu disana, keren ya. Sama-sama orang indonesia dan sama-sama sedang belajar disana akhirnya sekarang memiliki 2 anak dan menetap disana untuk meneruskan studinya.

Mereka bercerita dengan santai saat ditanya bagaimana bisa ke Amerika dan berdua menetap disana? merka bilang bahwa mereka awalnya memang sama-sama niat belajar disana dan ada yang dengan jalur beasiswa. Akhirnya mereka bertemu disana dan menikah lalu memiliki anak. Saat ibuku bertanya, "kapan ingin kembali tinggal dan menetap di Indonesia?" dan mereka menjawab bahwa Indonesia sangat lah panas, mungkin mereka akan lebih lama tinggal disana.

Memang sih siklus di Indonesia sangatlah bisa dikatakan panas, tapi menurut kita yang setiap hari tinggal di Indonesia tidak merasa sepanas yang mereka rasakan, akhirnya ada rasa jenuh siklus yang menyebabkan mereka menetap disana hingga saat ini, katanya pun puasa kemarin adalah puasa yang terasa panas, karena puasanya pas banget saat musim panas, yang waktu dari sahur ke maghrib itu sangat lama sekali, namun itu tak menjadi alasan. Namun llag-lagi tetap lebih panas disini hehe

Memiliki memiliki 2 anak yang berbahasa campuran, saat anaknya sedang menonton televisi dengan tambahan layanan saluran, mereka berdua ketawa-ketiwi saat menonton Blues clues yang juga pernah ditayangkan di Indonesia. Seolah seperti sedang menonton OVJ mereka tertawa terbahak-bahak, dan ibu saya hanya bisa senyum-senyum sendiri karena ia pun tak faham mereka sedang menertawakan apa hehe. Kedua anaknya menyapa orangtuanya dengan sebutan ibu dan ayah, "supaya tidak terlalu ke bule-bulean" kata ibunya, walau begitu banyak tetangganya disana yang menanyakan what the mean of ayah and ibu? lalu mereka menerangkannya dengan bahasa anak-anak dan lucu haha.

Mungkin sedikit yang aku tau tentang kisah in, namun sangat menginspirasi untukku lebih bisa mengembangkan bahasa inggrisku dan menjadi salah satu cita-cita juga bisa berkeliling dunia lalu menikmati indahnya nkmat yang Allah berikan disetiap Negara. Hmmm semoga bukan hanya ekedar mimpi, melainkan sebagai tujuan yang akan tercapai Aamiin ^_^

Oiya, ada beberapa ceritanya lagi yang menginspirasi, bahwa selama mereka di Amerika, mereka tetap menjalankan pengajian pekanan dengan rutin. Dulu saat mereka bertemu pun (ta'aruf) itu yang menjadi perantaranya adalah pesawat, butuh waktu untuk membuat mereka bertemu dan berta'aruf. Tapi begitulah kisah mereka yang romantis hingga bisa menikah tanpa pacaran sebelumnya. Semoga kebaikan-kebaikan seperti itu bisa tertular untukku (Hayooo kebaikan yang mana? :D), yang pasti kebaikan seperti bisa belajar di luar Indonesia dan menjadi orang yang sukses dalam bidang apapun :)



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Juang...



Juang.. kata yang singkat namun sangat memiliki arti yang besar, biasanya kita mendengar kata ini jika hari pahlawan tiba, hari kemerdekaan dan hari lainnya yang berimbang pada kata itu. Juang yang berarti sebuah pengabdian, pengorbanan nyata tanpa batas sangat diperlukan bagi kita para pemuda harapan bangsa. Gak salah ALLAH Swt menciptakan kita untuk berjuang karena banyak sekali yang harus kita perjuangkan untuk bisa mencapai sesuatu harapan besar.

Juang bukan ahanya kata namun action, bukan hanya makna namun kenyataan, bukan hanya siasat namun pengorbanan yang besar. Kita setiap hari dikasih nafas, dikasih penglihatan yang baik, dikasih pendengaran yang indah, dikasih kesepatan untuk berinteraksi dan semua itu karna ALLAH ingin melihat perjuangan kita, sampai manakah kekuatan kita. Apakah karna berjuang kita menjadi lebih baik dan hebat atau merasa hebat namun sombong? Semua memang ada maksudnya, yang pasti ALLAH masih nyiapin banyak surprise untuk mengisi hari-hari kita, tinggal kita memilih mau berjuang untuk kebaikan atau kemaksiatan?

Perjuangan biasanya ada nilainya, dari segi kekuatan ia bertahan berjuang hingga saat ia letih dan bangkit lagi untuk berjuang. Karena perjuangan adalah pengorbanan yang besar. Jika letih lalu melarikan diri namanya sudah tak berjuang lagi, namun tak dapat dipungkiri bahwa setiap apa yang kita perjuangkan pastilah ada saatnya kesulitan itu datang yang mengakibatkan efek seperti gejala males, susah berpikir dengan baik dan yang paling parah tak ingin berjuang lagi.

Sedikit curhat deh hehe, saya pernah berjuang (yaa namanya juga hidup) untuk mencari arti kehidupan dengan terus belajar dan mencari bakat saya ada dimana. Selagi mencari saya belajar apa aja yang saya temui saat itu, jika ada pelatihan apa aja saya ikut dan pada akhirnya perjuangan itu membuahkan hasil setelah hampir 4 tahun saya berjuang akhirnya saya menemukan apa yang saya bisa dan keterampilan/bakat terpendam saya yang sekarang alhamdulillah bisa bermanfaat buat teman-teman dan lingkungan. Yang pasti apapun perjuangannya tetep kita kudu ikhtiar sama ALLAH, yakin pertolongan dan bakat terpendam kita dikasih sama ALLAH. Proses itu memang mudah diucapkan namun pada aplikasinya kita harus sungguh-sungguh dan kembali lagi pada perjuangan, sejauh apa juang kita menjadi bekal untuk kesuksesan kita.

Perjuangan bisa bikin banyak manfaat diantaranya temen yang banyak, ilmu yang banyak, arti sebuah kehidupan, memperhatikan lingkungan sekitar. Berjuang juga enak kalo bareng-bareng, sendiri-sendiri biasanya akan lama beresnya, kaya kalo kita dakwah enakan bareng-bareng, belajar kelompok juga cepet beres kalo manajemennya bener, terus kalo kita ada kegiatan yang kudu diperjuangin juga enak kalo bareng-bareng yang bisa meringankan beban juang kita. Berjuang juga ga bisa sembarangan, butuh liat-liat sikon dan tetep harus pinter-pinter curi-curi opportunity alias kesempatan emas, sob. :D

Buat temen-temen yang galau gara-gara ga ada semangat juang jangan khawatir, teruslah positif thinking sama ALLAH dan pasti perjuangan kita ga bakal sia-sia, jika emang perjuangan yang kita jalankan belum berhasil juga, maka harus di introspeksi tuh.. apa yang salah dengan perjuangan kita sampe-sampe ALLAH aje ga ridho ama perjuangan kita itu. So, perjuangan harus dilandaskan dengan kesungguhan buat dapet ridho ALLAH, sob.

Yuk sama-sama berjuang dan warnai Juang kita dengan apa yang diridhoiNya, karna tanpa ridhoNya perjuangan bukanlah perjuangan. SEMANGAAAT ^_^



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sang Buta yang Berdayaguna



Terdengar suara gerobak kecil didepan rumahku... "grodok..grodok..grodok..grodok..", sekiranya begitulah suaranya. Gerobak itu lewat setiap pagi, siang dan malam untuk berkeliling ke sekitar komplek. Gerobak yang berisi banyak aneka kerupuk dan bisa dibilang kerupuk lezat semua; ada kerupuk bangka, kerupuk udang dan kemplang. Walau sebatas kerupuk tetapi kerupuk ini sangat digemari oleh banyak orang, terutama di sekitar kompleks rumahku. 


Itulah sang penjual kerupuk yang buta, ia tak kenal lelah dan tak mau menyerah. Banyak yang bisa ia lakukan dengan mata yang tak melihat itu. Ia memiliki kalau tidak salah 3 orang anak dari istrinya yang juga buta. Pernah suatu hari aku mendapatkan cerita  dari sahabat bahwa ia pernah melewati rumah si bapak buta itu dan melihat ia sedang membetulkan gerobaknya sendiri, dengan bantuan anaknya yang bertugas mengambilkan paku dan alat lainnya yang ia perlukan. Sahabatku hanya bisa melihat dan merasa sangat kagum dengan apa yang ia lakukan.


Pernah juga kedua orangtuaku membuat acara baksos yang diselenggarakan di masjid dekat rumah. Dan dengan sengaja orangtuaku mengajak bapak buta itu beserta keluarganya, dan memberi izin kepadanya untuk mengajak komunitasnya pada acara baksos tersebut. Aku terkejut, "Komunitas?" ternyata mereka punya komunitas juga ya, komunitas orang buta. Penasarang dengan kata komunitas itu langsung di hari "H" aku pun ikut kontribusi dalam acara baksos tersebut dan waaaoow sungguh luar biasa, ternyata banyak diantara mereka yang hadir. Mereka banyak yang suami istri, memakai baju yang serasi dan tidak salah dengan pasangannya hehe. Sewaktu orang-orang yang terheran-heran melihat mereka, ada salah satu ibu yang sama buta menegur "bingung ya melihat kita?". Tersentak aku dan yang lainnya merasa malu dan hanya bisa tertawa lucu karena ketahuan.


Sejak saat itu saya mulai berpikir bahwa Allah benar-benar ada dan kita harus percaya. Allah memberikan kesempatan untuk semua makhlukNya, memberikan fasilitas yang diingankan kita. Jika kita mulai rapuh karena merasa banyak yang belum bisa kita dapatkan, cobalah mengingat kisah ini yaitu kisah para penyandang tuna netra yang tetap hidup walau dalam kegelapan. Dalam keterbatasannya mereka tetap bisa makan dengan penghasilan mereka dengan mengamen, membuka panti pijat, berjualan, dagang pulsa elektrik, dan mereka juga bisa masak, berpakaian serasi, mengenal sendal mereka, mengetahui keberadaan anak mereka dan banyak lagi yang bisa mereka lakukan.


Mereka saja bisa, kita? harus lebih bisa!
Tetap semangat kawan, Selamat berjuang dikehidupanmu dan percayalah bahwa Allah selalu bersamamu :)



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2012 Yang Fenomenal, Mau Percaya Siapa?



Alhamdulillah yah kita bisa bedrtemu kembali dalam kesempatan kali ini. Hmm... kali ini mungkin saya akan menyatakan kebingungan saya yang ada pada pemikiran masyarakat mengenai 2012.

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang lebih banyak menerima informasi dibandingkan untuk membuat dan menyampaikannya keluar. Kita lebih mudah terjebak (mungkin) dengan informasi-informasi yang ada tanpa berpikir panjang. Salah satunya berita tentang 2012 akan terjadi kiamat. Semua ketakutan namun bingung mau bagaimana.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Allah Tidak Pernah Bosan.. Walau Kau Sudah Bosan Untuk Meminta...



Seringkali manusia lupa namun tak bisa dipungkiri bahwa dalam kelupaan manusia Allah selalu mengisi hari-hari kita dengan nikmatNya yang amat luar biasa banyaknya, karena jika kita ditugaskan untuk menghitug nikmat dalm waktu 1 jam ini saja mungkin banyak sekali. Untungnya nikmat itu tidak diperjualbelikan, karena jika Allah memperjual-belikan nikmat maka kita sudah hutang amat besar dengan Allah kita tercinta :)



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mau Zinah terus Aborsi deh, Gampang kan ?!



Pemuda adalah generasi penerus dari generasi yang lebih tua. Tanpa adanya pemuda maka otomatis bangsa ini akan hancur, karena semua telah tua dan mati. Kini banyak sekali generasa muda yang hilang dan lenyap, bukan karena tidak ada namun karena hilang dari kebaikan. Kebaikan  yang sulit ditempuh hanya sekian persen pemuda yang selamat dari ancaman kejamnya pergaulan keras dunia.


To The Point dooong mbaaa maksudnyeee kaya gimaneee....??!!!



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

65% Orang Indonesia Siap Mati, Sisanya Siap Terbunuh dan sebagian lagi Tetap Hidup !



bahaya rokok terhadap kesehatan kitaMelihat sekeliling rasanya seperti bukan kehidupan, banyak orang yang merasa bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang ia suka, padahal belum tentu. Langsung saja penulis mengangkat tema ini karna sadar akan kehidupan itu sangat berarti, dan hal yang buruk harus jauh dari kehidupan kita, yang menjadi dasar keluarnya tema ini adalah ROKOK !



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

UKHUWAH vs SAHABAT




 ukuwahVSsahabat



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Godaan Syaitan Mulai Nyelonong (¬_¬)



Hari ini banyak rasa yang terluapkan pada suatu aplikasi kehidupan. Rasa takut, aneh dan sebuah penyesalan pun muncul mengitari rangkaian agenda hati hari ini. "Kok begini?" Sempet kaget ngeliat soal UTS yang tadi diberikan sang Pengawas berparas cantik dengan dress warna cream dan celana hitam panjang selayaknya pekerja kantoran. Sebelum saya mengisi semua, saya membaca semua soalnya dari nomor 1 sampai nomor 3. "Apaan nih? Masya Allah yang nomor 2 belom baca materinya lagih". Dengan tampang santai tapi hati keringetan saya mencoba mengukir sedikit demi sedikit pendapat saya pada nomor 1, semuaaaaaa saya ungkapkan. Kata-katanya sebetulnya gak banyak tapi dibawa muter-muter aja biar banyak hehe.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masih Zamankah Zodiak Sebagai Panutan ?



Zodiak... ooohhh zodiak... hal yang satu ini sering kali menjadi sebuah panutan bagi orang yang masih mempercayainya. Sebenarnya apa yang terjadi dalam zodiak adalah rata-rata kisah dari karyawan yang ada di penerbit tabloit yang menerbitkan zodiak ataupun jika memang dia menggunakan pendapat dari orang pintar/paranormal (pelaku syirik-red) itu tidak mengurangi rasa syirik kita kepada Allah.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS