Tampilkan postingan dengan label Akhwat zone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhwat zone. Tampilkan semua postingan

Sejarah Namaku :D




Sejarah namaku sepertinya banyak yang penasaran, entah dari antah beranta mana nama itu bisa ku miliki hingga saat ini. "Hestu Subhika Garindi, nama yang unik" kerap kali kata itu hadir tiap aku menyebutkan namaku pada orang yang baru aku kenal. Bahkan ada yang mengira namaku ini adalah nama buatanku sendiri, maklum jika zaman ini banyak orang yang menambah atau bahkan merubah nama asli untuk disiarkan di dunia maya hehe. Tapi aku tetap pada namaku, yang malah mengundang rasa penasaran kawan semua untuk tau ada apa dibalik namaku ini, layaknya artis hehehe.

Nama adalah sebuah do'a yang diharapkan oleh sang orangtua kepada anaknya, nama menjadi suatu kebanggan juga bagi orangtua yang berharap anaknya menjadi anak yang terbaik yang pernah mereka miliki. Tak dipungkiri bahwa setiap orangtua yang baru atau akan memiliki anak pasti menyiapkan nama-nama yang indah dan memiliki arti yang luar biasa baik untuk dijadikan sebagai do'a selama hidupnya.

Singkat cerita, aku dilahirkan pada hari senin tanggal 29 November 1993, langsung terngiang pada masa aku dilahirkan, sok-sok'an, emang bisa? hehehe. Saat itu mungkin aku menjadi termasuk bayi yang menyusahkan orangtuanya terlebih mamaku yang selalu sabar dalam mengandungku hingga waktunya aku akan keluar menyambut dunia kemenangan. Aku dilahirkan saat usia kandungan mama masih 8 bulan lebih seminggu, pada hari Jum'at (26/11/93) mama mulai merasakan mulas yang dahsyat pada perutnya, akhirnya dengan keputusan cepat mama langsung dibawa ke RS. Sari Asih Karawaci Tangerang. Mulas yang tak henti namun pembukaan belum sampai pada tingkat baik, akhirnya menunggu terus menunggu, Sabtu masih belum ada perubahan, minggu pun masih menjadi harapan hingga pada hari itu papa diajak oleh Dokter untuk membuat suatu keputusan yang hampir memusnahkan hatinya, bener gak ya memusnahkan hatinya? rada gak yakin. Dokter mengatakan bahwa kandungan mama jika dibiarkan begini harus ada tindakan khusus, namun beresiko tinggi hingga sang Dokter bertanya suatu keputusan yang mungkin mengagetkan papa saat itu "Bapak mau istrinya yang selamat atau anaknya yang selamat?" tersentak kaget menghampiri kerisauan hati papaku saat itu, namun dengan keputusan yang tegas papa mengambil kesimpulan yang menjadi sejarah untukku.
"Baik dok, saya lebih memililih........" *dag dig dug* "Saya lebih memilih........" *dag dig dug dag dig dug* "Saya lebih memilih istri saya untuk hidup, karena anak bisa buat lagi" *Jeggggeeerrrrr*
Huft.... mungkin jika saat dikandungan aku bisa dikasih kelebihan untuk berbicara dengan TOA dan sound system yang menjadi fasilitas tambahan dari Allah, aku akan berkata "Papa tegaaaa! papa ga tau kalo aku sudah lama ingin merasakan kasih sayangmu? Apakah begitu? hiks hiks hiks" ngedrama banget keseringan nonton drama korea, tapi itu hanya hayalan semata.
"Tapi usahakan agar anak saya bisa tetap hidup, karena dia adalah harapan awal kami dalam keluarga ini, saya tidak ingin istri saya sedih dan kecewa" uuuuh co cwiiiiit :'). Dan sang Dokter pun meng"iya"kan hal tersebut, "Sekarang yang diperlukan hanya do'a yang terbaik untuk keduanya, pak" ujar bijak Dokter pada papa.

Keputusan telah diambil dan pada senin di sepertiga malam, disanalah mama berjuang melahirkan ku dengan kenangan mulas selama 3 hari berturut-turut, namun itu tak menjadi halangan untuk mama melahirkanku dan berharap aku masih bisa bertahan hidup. Proses "normal" pun diambil saat itu, ternyata ada kendala kedua saat itu, pinggul mama yang kecil menyulitkanku untuk keluar dengan leluasa. Dengan penuh harapan akhirnya ubun-ubunku pun keluar sedikit, tetapi kenapa cuma sampai disitu? Akhirnya Dokter dan semua satff yang bertugas pada saat itu langsung membuat tindakan, yaitu melahirkan aku dengan proses vacum. Proses yang termasuk tak biasa ini menjadi sejrah untukku, alat itu mulai beraksi dengan beberapa langkah dan dengan penuh kehati-hatian akhinya aku pun berhasil dilahirkan dengan alat itu yang menempel pada kepalaku, wah luar biasa. Aku sudah keluar kedunia, namun semua kaget dan harap-harap cemas, mama pun ingin menangis dan teriak melihat kenyataan ini. Aku diam.
"Anakku tidak menangis, bagaimana  ini? apakah dia bisa tetap hidup? ya Allah, aku mohon agar anakku bisa tetap hidup....." suara hati mama saat itu, itu juga kata mama saat cerita padaku. Dokter pun memegang kaki-kaki kecilku dengan 1 tangannya, besar harapannya pula agar aku tetap hidup. Setelah kaki kecilku dipegang, dengan sigap ia mengangkatku dengan 1 tangannya itu lalu membalikan ku, posisinya kaki diatas dan kepalaku berada dibawah, lalu dokter menepok-nepok bokongku beberapa kali, aku pun memuntahkan sesuatu, hmmmm sepertinya itu air ketuban yang berhasil masuk menyelusup kedalam tubuhku tanpa sepengetahuanku. "aaaa.... aaa.... aaaa....." suara pertamaku yang sangat keras pun mengagetkan semua orang yang ada diruang melahirkan itu, semua tersenyum bahagia mendengar suaraku yang menggelegar hingga masuk kedalam relung hati terutama hati mama yang penuh harap. Hahhh.... tenang rasanya aku bisa hidup, pasti semua orang yang menungguku mulai dari kakek nenekku, saudara-saudara hampir seRT yang menungguku untuk hadir kedunia pun pasti merasakan senang amat sangat, karena mama telah berhasil melahirkanku dengan banyak kesabaran yang ia miliki. Subhanallah..... :')

Mama menghitung jari jemariku, apakah lengkap atau tidak, Alhamdulillah lengkap dan normal. Nah ini saatnya sejarah namaku datang. Banyak sekali yang ingin menyumbang nama untukku, saat itu data harus segera masuk ke RS.Sari Asih, tiba-tiba mama ingin menamaiku dengan nama Ajeng auw auw auw jawa banget hehehe. Eits, bukan hanya Ajeng namanya tetapi ada terusannya, yaitu "Ajeng Nurul Subhini". Aaaaaa..... gubrak deh, kalau aku jadi dinamakan itu jawa banget namaku hingga saat ini. Lihat buktinya pada gambar yang aku sajikan di postinganku kali ini, itu awalnya sudah tertera jelas nama Ajeng Nurul Subhini, tetapi diganti dengan Lebel, jadi masih bisa aku buka dan aku lem kembali hehe.


Sudah ditulis dalam surat keterangan lahir, tetapi saat Pakde (kakak mama) melihat namaku, ia perotes, "kenapa namanya Ajeng?" tanya pakde saat itu, "kan biar ketauan kalau anakku orang jawa" kata mama menjawab, "Hestu aja, Hestu juga nama orang jawa" jawab pakdeku sewot. Pakde ingin mengganti namaku menjadi Hestu Eka Garindi, "Hmmm tapi kalau Eka diganti aja jadi Shubika bagaimana? karena dia lahir saat subuh, ika itu dari eka yang artinya satu. Jadi digabung subuh dan eka menjadi Subhika" kata papa ikut menyumbang, "bagus juga, yows langsung diurus ke administrasi biar langsung diganti" ujar pakdeku mantap.

Akhirnya dengan perdebatan yang cukup sengit antara mama, pakde dan papa menghasilkan nama yang katanya unik itu hehe. Hestu Subhika Garindi, arti lengkapnya kalau dari kata Hestu artinya do'a restu/baik/lurus dan lain-lain yang menjurus pada kebaikan. Subhika, sudah jelas tadi bahwa itu gabungan antara subuh dan eka. Garindi, nama yang disingkat, GA = keluarGA, RIN = RINza (nama mama), DI = riaDI (nama belakang papa). Sebuah nama yang memiliki banyak arti dan harapan yang kuat pada awalan "Hestu". Hingga saat ini namaku menjadi nama yang fenomenal di sekolah, kalangan teman bermain dan kampus sekali pun, karena di kampus tidak ada yang namanya Hestu Subhika Garindi selain aku, waaah bangganya :)

Walau namaku tidak keislaman sama sekali, malah kejawen hehehe, tapi insya Allah apa yang diharapkan oleh orangtuaku serta pakdeku yang ikut hampir sepenuhnya ia yang menamai aku adalah harapan yang baik yang ingin aku menjadi orang yang sukses dan bisa diterima dimana saja berkat do'a restu itu :)
Dengan sejarah ini yang sebelumnya dikisahkan prosesi kelahiranku, maka disitu pun aku berpikir bahwa, dulu aku nyusahin juga ya, sampai membuat rasa mulas selama 3 hari berturut-turut. Pokoknya selalu cinta bangeeet banget cinta sama mama karena Allah :)

Semoga apa yang telah diberikan dalam hal nama dalam hidupku bisa selalu menjadi do'a dan dampak baik untuk langkahku. Walau semua tetap tergantung bagaimana diri ini membina dan mengatur diri agar tetap pada kodratnya dalam penghambaan penuh kepada Allah Swt yang Esa.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Liburan, Ajang Penambah Ghiroh Dakwah dan Ukhuwah



Alhamdulillah hiladzi 'alafa baina kulubina faasbahna bini'matihii ikhwana.. Allahumma sholli'alaa muhammad wa'alaa ali muhammad...

Syukur senang dan bahagia ku haturkan kepada Allah SWT sebagai pembimbing dan penuntun utama dalam peradaban hidup ini, dan sholawat untuk Rasulullah SAW sebagai Murabbi terbaik dalam setiap sejarahnya untuk ditiru dan di buru ilmunya. Tak terasa waktu liburan akan segerea usai dan ternyata tak sedikit pelajaran berharga yang dapat diambil, salah satunya pelajaran dalam memanfaatkan hidayahNya yang dengan mudah diberikanNya untuk dimanfaatkan oleh ku dan teman-teman sekawan.

Liburan ini bisa terasa indah, karena banyak aktifitas yang terasa sangat manfaatnya. Boleh ya cerita satu-satu untuk pengalaman :)

1. Awal liburan mungkin diawali dengan mengisi manfaat untuk teman-teman di SMAN 3 Tangerang. Awalnya ada seorang sahabat yang memohon untuk dibantu dalam mengisi adik-adiknya di sekolahannya, permintaan itu ada saat acara Musyawarah Kerja KAMMI Untirta dilaksanaan atau lebih tepatnya saat penyampaian proker dari teman-teman SC, si sahabatku ini tiba-tiba bertanya, "mau kan ngisi di sekolahan?" tanpa basa-basi lagi. Saat aku tanya waktunya yang tak ada halangan langsung saja aku ambil job manfaat itu.
Setelah menjalaninya, menjadi salah satu koreksi diri juga dalam mengenal dan berinteraksi dengan teman-teman dari rohis di sekolah lain, walau aku sudah menginjak dunia kampus, namun akan ada kesan luar biasa bagi pribadiku tentang perkembangan rohis di Tangerang.
Sahabatku pun langsung mengajakku untuk makan sebentar disalah satu tempat makan ala italy, Alhamdulillah kenyang ^_^

2. Tak disangka saat itu aku hanya ingin ke kampus untuk mengumpulkan tugas Fotografiku ke salah satu teman sekelompokku untuk pengambilan nilai UAS semester 3. Sms pun datang, nadanya mengajakku untuk ikut blusukan ke salah satu daerah banjir di Banten, kebetulan sekali aku memang tidak ada kegiatan lagi setelah itu dan pas sekali saat itu aku membawa De'SeLiR (sebuatn untuk kamera DSLR ku hehe), akhirnya tanpa basa-basi pun aku langsung meng"iya"kan ajakan itu.
Banyak ilmu, pelajaran, kenangan, rasa bersyukur amat mendalam, senang, sedih, haru, semangat dan semuanyaaa menjadi satu rasa yang kuat pada saat itu. Aku serasa ikut merasakan penderitaan saudara-saudara disana yang sedang merasakan banjir itu, semnagat untuk terus membantu pun ada, dan besar harapan ini agar apa yang aku dan teman-teman bawa yang itu pun hasil kami mencari sumbangan dari masyarakat Banten ini bisa menjadi manfaat yang luar biasa untuk korban banjir.
Disana banyak terselip dugaan baik pada Allah SWT, bahwa Allah masih menyayangiku yang masih diberi rasa aman dikala hujan menjalar kerumah tanpa ada keluargaku yang merasakan banjir, Alhamdulillah :)

3. Acara JAMBORE LSP PAI yang diadakan kampus pun mewarnai kebahagiaan diliburan kali ini. Aku senang bisa berkontribusi dengan teman-teman panitia dalam acara tersebut. Banyak keceriaan dan pengalaman indah dari acara itu, yang pasti terasa eratan ukhuwah menyerambah pada diri ini dengan adanya kebersamaan saat itu.
Semoga terus tercipta kebersamaan itu, harapan besar.

4. Lanjut dengan kegiatan syuting alias syuro penting acara hebat dan luar biasa (di Kota Tangerang tercinta), dengan orang-orang yang hebat pula. Seminar yang didalamnya terdapat pembicara yang hebat lusr biasa dan aku dengan beberapa teman di amanahi untuk mengatur serangkaian acara yang ada disana.
Sebelum serangkaian acaranya terlaksana, syuro menjadi ladang yang tidak hanya menjadi sebuah ajang memikirkan acara saja, tetapi didalamnya banyak menyimpan banyak manfaat. Sebelum berjalannya syuting, kami para panitia selalu disuguhi dengan taujih hangat penyemangat kalbu dengan ikhlas dari sang penyaji taujih. Rasa-rasanya syuting tak menjadi sia-sia malahan menjadi ladang pencarian ilmu yang bermanfaat untuk diri ini. Subhanallah, kata ini selalu terucap manakala diri ini hadir untuk menjadi salah satu insan yang hadir pada rancangan acara itu.
Hmmm after acara itu berjalan, rasanya ingin sekali aku bergabung kembali dengan teman-teman pencetak generasi kemenangan itu untuk kembali merajut rancangan yang lebih canggih dari sebelumnya. Salah satu sahabat terbaikku yang juga baru mengikuti kebersamaan ukhuwah indah itu, merasakan hal yang sama dan mungkin ia lebih dahsyat perasaan bangganya. Katanya ia merasa dihargai dan diperlukan dalam acara tersebut, malah merasa bermanfaat banget rasanya hidupnya hehe, memang rada lebay tapi itulah ia rasakan. Ternyata melebih apa yang aku rasakan sampai-sampai ia mau terus dan melulu mengikuti acara-acara manfaat lainnya.

5. Mengikuti pelatihan untuk lebih berpikir lagi dalam mengatur diri dalam berbagi. Acara pelatihan ini dilaksanakan bersama teman-teman di Tangerang juga (sebagian teman yang berperan diacara pertama pun hadir), hal ini lebih menambah kemantapan ukhuwah ku dengan teman-teman di Tangerang yang sudah lama tak aku rajut karena kesibukanku di kampus maaf ya..
Aku tak kuasa membendung rasa syukur lagi dan lagi, karena dalam pelatihan ini aku menemukan ilmu untuk lebih peka dalam berinteraksi dengan seseorang dimanapun dengan cara-cara yang mendukung juga cocok sekali untuk kondisi generasi kali ini, pastinya bertujuan membangun peradaban kemanusiaan yang lebih cerdas dan baik lagi, Insya Allah :)

6. Lalu selanjutnya ada acara kampus yang ga kalah seru. Tiba-tiba dapat sms dari sahabat seperjuangan (kakakku, ka'dee yang shaliha), bahwa KAMMDA Banten akan mengadakan acara Pelatihan untuk Kepemimpin pada hari Sabtu Ahad pekan itu. Acara yang juga untuk melatih kepemimpinan diri, untuk diri sendiri maupun orang lain. Awalnya aku tak ingin ikut karena aku pikir akan banyak yang aku persoalkan setelah aku mengikutinya (salah satunya masalah encok pegel linu hehe). Namun entah mengapa ada dzat yang sengaja menguatkan ku untuk ikut acara tersebut.
Awalnya kenapa aku agak malas-malasan disebabkan panitia penyelenggara menurutku belum terlalu  niat membuat acara tersebut. Ada jarkoman yang bilang kalau aku harus kumpul di Alun-alun Serang jam 7 pagi, dengan semangat aku bergegas kesana dengan hati mantap, namun ternyata pertemuan yang telah menantang hatiku itu malah ada di jam 12 siang dan bertepatan bukan di alun-alun melainkan di KAMMDA Banten. Itu emmbuatku seidkit lesu dan merasa ingin mengurungkan diri dari acara tersebut.
Huft, tapi apa yang aku bayangkan tak sesuai dengan egoku saat itu. Aku terus mengikutinya dengan hati setengah semangat, saat aku mengikuti acara pertama aku sudah jatuh karena lemas kurang asupan makanan, mungkin terlalu lelah memikirkan hal yang seharusnya tak usah aku pikirkan saat itu. Namun sudah terlanjur, aku jatuh saat semua peserta acara sedang berbaris sigap. Sebelumnya aku menahan sakit yang aku rasa dibagian lambung dan ginjal yang sebelumnya dibawa lari dilapangan 5x putaran dengan kondisi masih haus (kurang minum), untung saja saat aku jatuh sudah banyak teman yang membopongku, dengan sekuat apa yang aku masih punya, aku berjalan membantu sang pembopong tubuhku yang kecil namun tak enteng ini.
Aku pun di beri minum susu hangat sambil di oleskan balsem ke bagian perut oleh para pantia Akhwat yang standby di dekat tenda panitia. Diabawah pohon rindang aku ditenangkan agar bisa lebih vit dengan segelas susu hangat dan telur bulat yang baru selesai di rebus hangat dan masih terasa mendidih, tak lupa aku minta obat masuk angin yang untuk orang pintar itu hehe, akhirnya aku pun fit kembali dan bisa mengikuti acara hingga usai.
Acara yang diselenggarakan tidak hanya untuk membina fisik yang kuat tetapi juga membina ruhiyah yang mungkin sudah lama ringkih atas khilaf yang tercipta sengaja maupun alfa. Muhasabah yang begitu indah terangkai dalam acara yang menurutku singkat tapi bermaknsa, karena acara hanya berjalan 2 hari 1 malam.
Endingnya pun so sweet, sampai aku merasa indah pada tingkat ukhuwah cintaNya, Alhamdulillah...
Lelah pun tak menjadi kenangan yang membekas, karena lebih membekas rasa hati ini kepada apa yang dihasilkan dari buah manis acara tersebut :)

7. Dan terakhir ini acara di KAMMI Komisariat Untirta yang mempertemukan ukhuwah islamiyah dengan teman-teman dari KAMMI Uhamka, banyak pelajaran yang didapat terutama pelajaran dalam pergerakan. Mereka sangat sulit sekali dalam membina  dan mengelola Komisariatnya yang disebabkan dilarangnya pergerakan mereka oleh kampusnya itu sehingga sampai sekarang pergerakannya masih sembunyi-sembunyi, karena dalam keterangannya jika ada organisasi lain (terutama eksternal) berada dikampus dengan segala kontribusinya lalu organisasi itu tak dapat keterangan resmi dari kampus lalu ada orang yang memakai jaket atau atribut lain dari organisasi tersebut akan ditangkap. Sungguh, hanya untuk berdakwah memang tak ada rintangan yang ringan, karena yang ringan hanya untuk para pemula, jika kita telah diberikan kesulitan yang berlebihan maka disana pula Allah menganggap kedewasaan atau kematangan seseorang/wajihah telah tertanam dan harus dihadapi dengan yang tak sekedar ringan-ringan saja.
Semoga acara ini bisa menjadi acara yang diterima baik dari kedua belah pihak (seolah hehe) dan bermanfaat untuk semua ya, Aamiin :)


Apapun kegiatannya, yang penting percaya bahwa Allah selalu menyertai setiap langkah ini dengan dekapan hidayah dan keringanan dalam lingkaran ukhuwah dakwah yang terajut dengan mudah dan indah Aamiin... ^_^

Wallahu'alam bi showab...



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menjaga 1001 Pesona Keindahan Muslimah




"Malu karena Allah adalah perona pipinya

Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya.

Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya
Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu
Tanganya selalu berbuat baik pada sesama
Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah
Gelangnya adalah tawadhu
Kalungnya adalah kesucian" (teh Ninih Muthmainnah)

Coretan ini saya buat karena rasanya saya harus membuatnya. Berawal dari acara Kajian Muslimah, dari Kemuslimahan KAMMI Komisariat Untirta yang dilaksanakan petang kamis lalu di teras masjid SNAB Untirta. Sebelum mengikuti kajian itu rasa penasaran menyelimuti diri ini, apa ya yang akan dijelaskan dari tema yang menawan itu?


Menjaga 1001 pesona keindahan muslimah, tema yang sepertinya sangat mengagungkan muslimah. Dari kata menjaga sudah terlihat bahwa seorang muslimah harus menjaga, melindungi, dan berhati-hati. Materi yang disampaikan oleh teh Nihlah (Sekretaris Umum KAMMI Komisariat Untirta 2011/2012) ini menurut saya sangat menggebrak situasi muslimah saat ini, hmmm apakah masih bisa disebut muslimah atau tidak ya?

Poin yang disampaikan hanya 5 dan mungkin sudah sering kita dengar, tetapi ternyata sangat berarti. Poinnya yaitu:
  1. Mencintai Allah dan RasulNya
  2. Menjaga aurat
  3. Bergaul dengan orang-orang yang shalih/shalihah
  4. Selalu merasa dalam pengawasan Allah SWT
  5. Mengendalikan hawa nafsu


Poin pertama mencintai Allah dan RasulNya, sangat biasa kita dengar bahwa seorang muslim harus bisa mencintai Allah dan RasulNya. Tetapi jika kita melihat lagi apa yang  ada didalam poin ini, mungkin kita langsung teringat bahwa belum semuanya kita lakukan. Mencintai Allah adalah suatu hal yang sangat utama, yang tak boleh putus cintanya, yang tulus cintanya, yang selalu mengagungkan Allah dengan rasa ikhlas, dan selalu menjalankan perintahNya tanpa mengeluh. Lalu mencintai RasulNya juga sangat berpengaruh untuk kehidupan kita semua. Jika kita mengaku bahwa kita mencintai RasulNya harus dibuktikan dengan kehidupan kita sehari-hari, apakah sudah mencerminkan bahwa kita mencintai sosok Nabi Muhammad SAW? Seperti meniru kebiasaan yang ia lakukan, mengamalkan sunnahnya ingat yaumiyyah!, bershalawat atasnya, selalu menasihati atas dasar pemahaman yang diberikan Rasulullah SAW dan melakukan setiap hal itu tak luput dari apa yang dikerjakan/kebiasaan Rasul kepada Allah SWT, walau kita tak bisa sangat persis dengan Rasul yang sungguh luar biasa.

Sepatutnya kita tak boleh sombong kepada Allah SWT, Rasul yang sudah dijamin masuk surga saja sangat mematuhi apa yang Allah perintahkan dan selalu ikhlas dalam menjalankan kewajibannya di dunia ini. Maka untuk itu selayaknya ummat dari Rasulullah Muhammad SAW kita harus bisa terus merutinkan kegiatan yang bermanfaat dan mengutamakan tujuan utama kehidupan manusia, yaitu kembali padaNya dengan terhormat memasuki surgaNya yang indah luar biasa.

Poin yang kedua yaitu menjaga aurat, ini juga sering kita dengar atau mungkin sudah banyak dari kita yang terbiasa dengan kata ini (menjaga aurat). Tetapi ternyata banyak sekali yang harus kita jaga dari diri kita, karena aurat tidak sebatas menutup tubuh dengan menjulurkan kerudung kita hingga ke dada atau menutup bagian tubuh kita dengan pakaian yang tidak ketat saja. Jika memang kita masih berpikir seperti itu maka ketahuilah pengetahuan yang kita dapat baru sedikit. Aurat adalah hal yang sangat intim bagi wanita, setiap keindahan pada wanita adalah aurat. Seperti halnya merayu yang bukan muhrimnya, memakai baju ketat walau semua sudah tertutup, memakai minyak wangi berlebihan, mandayu-dayukan suara, bermanja-manja dihadapan yang bukan muhrim, sengaja berlenggak-lenggok saat berjalan, tertawa terbahak-bahak, dan keindahan lainnya yang muslimah miliki. Untuk itu agar kita tetap bisa menjaga aurat kita, bisa kita tanamkan pendirian untuk terus meneliti lagi apakah diri ini sudah berpenampilan selayaknya msulimah atau berpenampilan muslimah tapi berkepribadian muslimah?

Poin ketiga juga tak kalah penting yaitu bergaul dengan orang-orang yang shalih/shalihah. Ini salah satu penunjang untuk kita muslimah agar selalu terjaga dan banyak yang mengingatkan jika kita salah dalam bersikap atau bertingkah laku. Manusia memang tempatnya salah, untuk itu kita harus tau bagaimana cara mengurangi salah itu, fungsi memiliki sahabat atau teman yang shalih/shalihah adalah agar kita selalu diingatkan dan menjadi cerminan dari kadar diri kita. Mereka bisa menjadi obat hati atau menjadi cermin yang jujur yang selalu ikhlas juga tulus saat mengingatkan, menjaga diri kita dari sesuatu yang tak baik, karena teman-teman yang shalih/shalihah tujuannya satu yaitu mencapai surgaNya bersama. Jangan marah ketika ada yang mengingatkan, seharusnya bersyukur karena Allah memberikan kemudahan kita untuk terus bersama orang-orang yang selalu mengingatkan kita untuk terus berbuat baik lagi. Bersyukur karena Allah masih menempatkan kita pada posisi orang-orang yang dinaungi oleh hidayahNya. Jika hidayah sudah tercabut akan sulit untuk melakukan kebaikan. Hidayah itu bukan didapat melainkan terus dicari, bukan ditunggu melainkan terus dicari, bukan hanya dipikirkan melainkan terus dicari, bukan hanya direncanakan melainkan terus dicari, agar kita mendapatkan hidayah dengan cepat juga melakukannya denga full syukur kepada Allah SWT. Allah masih terus menunggu hambaNya untuk bersyukur dan terus berusaha mencari hidayahNya.

Poin keempat adalah poin yang sangat membuat saya pribadi merinding jika mengingatnya, yaitu selalu merasa dalam pengawasan Allah SWT. Sering kali kita melupakan hal ini, pengawasan Allah yang tak pernah luput, yang tak pernah terlewatkan. Allah maha mengawasi setiap gerak-gerik kita, setiap perkataan dan pikiran kita, setiap situasi apapun yang kita lakukan, setiap kita berada dimanapun dan kapanpun, setiap detik setiap saat Allah selalu mengawasi kita. Namun tak jarang kita lupa dengan hal ini. Allah faham dengan apa yang kita rasakan, Allah tau apa yang kita pikirkan baik maupun buruk, Allah sangat mengerti kondisi hati kita setiap saat, tetapi kita tetap sering lupa dengan hal itu. Kita seperti burung yang bebas dari sangkarnya yang tak berpikir bahwa kita tidak sendiri. Saya ambil satu contoh kongkritnya adalah saat kita bermain didunia maya atau jejaring sosial, mungkin kita merasa sudah benar kadar outputnya saat berinterkasi dengan orang banyak. Yang lebih sering terjadi saat ini adalah update status di jejaring sosial yang beredar dengan mudah. Lalu dimana letak lupanya? Kita sering lupa dengan meng-update status yang tak terlalu penting, tentang keseharian kita dan lebih tepatnya tentang situasi hati kita seolah-olah jejaring sosial adalah tempat pengaduan terbaik yang dimiliki oleh kita, padahal tempat kita meluapkan perasaan terampuh hanya kepada Allah semata, namun kita pun sering lupa dan terus curhat di jejaring sosial.

"Aduh males deh sama si dia" (status ambigu/ tidak jelas tertuju kepada siapa yang menyebabkan prasangka buruk)
"Hati ini perih sekali seakan tertusuk duri yang besar" (status yang akan mebuat banyak pertanyaan)
"Kenapa sakitnya gak sembu-sembuh ya? cape begini terus" (status yang mempromosikan bahwa sedang lemah)
"Mereka gak faham apa mau ana, padahal ana udah melakukan apa yang mereka mau, heran deh?" (status keluhan yang teramat besar)
"Kayaknya sudah waktunya mandi nih" (status membeberkan keseharian, hati-hati nanti banyak orang yang "membayangkan" tentang hal tersebut)
"Alhamdulillah makan spaghetti dan pizza sama ayah bunda, enaaak banget. Makasih ya Allah" (ini membuat banyak orang yang mau dan kecemburuan perasaan)
"Ya Allah hamba mohon agar engkau selalu melindungi hamba" (Hai hati-hati, jejarig sosial bukan Allah! dan ingat bahwa berdoa jika diketahui orang banyak akan lama dikabulkannya atau malah tidak dikabulkan oleh Allah SWT)
"Ingin mendapatkan sebagian tulang rusuk yang baik hati, mengerti kondisi hati ini apa adanya, selalu ada setiap dibutuhkan, menjalin cinta dengan tulus dan ikhlas, semoga engkau kabulkan ya Allah :)" (Ini juga sama aja, malah seolah promosi bahwa dia ingin segera memiliki pendamping hidup)

Seorang muslimah mana kala menulis status setiap resah dan gundah itu mungkin tak lain dan tak bukan sedang membeberkan aibnya yang seharusnya tidak terlihat tetapi malah diketahui semua orang. Menganggap semua sama di jejaring sosial tanpa berpikir panjang, memberi tahu tentang diri kita yang seperti "ini nih" di jejaring sosial tanpa hijab, itu sudah melampau batas seorang muslimah. Akhirnya jika kita bandingkan dunia maya dan dunia nyata sangat sekali jauh berbeda, di dunia nyata kita bersikap santun dan lebih menutupi diri, namun di dunia maya bersikap bahwa semua sama dan biasa saja. Biasa berbicara dengan yang bukan muhrim seolah dia adalah saudara dekat kita, biasa ngobrol dengan santai dengan yang bukan muhrim dan sedikit-sedikit membeberkan apa tentang pribadi kita, padahal sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, akhirnya jejaring menjadi ajang pencarian jodoh teraktual karena bisa mudah mencari tahu apa yang ada pada orang yang dituju, Masya Allah...

Cukup panjang memang jika kita membahas poin keempat ini, apalagi mengambil contoh jejaring sosial, karena seolah kita faham namun terlihat lebih banyak khilafnya dibandingkan fahamnya. Sepertinya saya harus menulis dengan bab tersendiri tentang keseharian kita dijejaring sosial, ditunggu saja ya hehe. Lupa bahwa Allah mengawasi setiap apa yang kita lakukan dan buat. Jangan sampai pesona kita luntur hanya karena jejaring sosial yang sedang marak ini. Jangan sampai jejaring sosial melunturkan ilmu yang telah kita dapatkan. Tunggu sesi selanjutnya tentang hubungan jejaring sosial di pembahasan berikutnya ya :)

Poin kelima yaitu tentang mengendalikan hawa nafsu. Nafsu wanita katanya lebih besar ketimbang laki-laki, untuk itu sangat disarankan kita muslimah menjaga diri kita. Ada suatu kisah tentang sejarah pembentukan wanita, Allah menciptakan wanita dengan tulus dan sangat berhati-hati, Allah sangat menjaga wanita namun tak jarang jika kita melihat atau mungkin merasakan sendiri bahwa kita lupa untuk menjaga diri kita sendiri yang melampaui hawa nafsu. Nafsu berbelanja banyak, mengikuti mode yang penting gaul, berhias diri, makan makanan seenaknya tanpa berpikir apakah baik untuk kesehatan atau tidak, dan banyak lagi nafsu-nafsu yang tidak terduga. Memang sih banyak banget bedanya antara wanita dan laki-laki jika dari sudut pandang nafsu. Laki-laki akan lebih tenang manakala ada tugas yang belum selesai tetapi wanita pasti akan resah dan gundah, lelaki lebih santai saat tidak punya uang sedangkan wanita sangat pusing karna memikirkannya, lelaki mungkin lebih cepat bertindak saat ada yang kecelakaan dihadapan dibanding wanita yang lebih dahulu teriak-teriak kebingungan. Itulah perbedaannya dan hawa nafsu pun mewakili perbedaan itu. Untuk itu kita harus lebih menjaga hawa nafsu kita agar tetap seimbang dengan kadar lingkungan.

Itulah 5 poin yang mempengaruhi pesona keindahan muslimah. Sangat mudah difahami namun belum tentu mudah untuk diaplikasikan. Allah SWT senantiasa memberikan banyak fasilitas untuk kita berbuat baik, apalagi di era saat ini, sepertinya mudah untuk berbuat baik dan mudah juga berbuat ketidak baikan. Semoga kita adalah seseorang yang terjaga dari segala hal yang menyimpang. Semoga pesona kindahan kita sebagai seorang muslimah terus terjaga dan energi positif terus keluar dari diri kita. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dalam setiap tingkah laku kita dan dalam setiap apa yang kita lakukan bisa terkontrol sesuai kadar semestinya muslimah.

Jaman dahulu tak sedikit muslimah yang terjaga karena kecintaan dan ketaatannya kepada Allah SWT. Tanpa mode, jejaring sosial, dan belanja boros mereka tetap bisa menjadimuslimah yang istiqomah hingga saat ini. Pesona mereka tak luntur walau umur mereka memang sudah tidak muda lagi. Namun keindahan dan pesona yang mereka miliki masih terus tersimpan hingga saat ini. Era globalisasi ini telah mewarnai muslimah yang seharusnya seorang muslimah itu mewarnai sekelilingnya dan bukan diwarnai keburukan.

Jadilah muslimah yang dipuji, dicintai, disayangi, dikasihi, dilindungi, diistiqomahkan, diberikan predikat shalihah hanya dari Allah SWT. Karena hal itu lebih terhormat ketimbang kita yang selalu ingin dipuji, dicintai, disayangi, dikasihi, dilindungi, diistiqomahkan, diberikan predikat shalihah dari orang-orang yang sama-sama ada di dunia ini. Materi ini sangat mendobarak saya pribadi dalam bersikap harus seperti apa. Semoga ini bisa menjadi bahan introspeksi kita semua, untuk teman-teman semoga kita saling mengingatkan agar apa yang Allah inginkan dari kita bisa telaksanakan, Aamiin. Terus berbagi dan belajar, karena itu sangat indah. :)

Wallahu'alam.....



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jilbabku Juga Akan Bersaksi



Jilbab adalah penutup aurat bagi Wanita yang notabennya seorang muslimah. Jilbab dipakai dimana saja, selagi sang muslimah ini bertemu dengan yang bukan muhrimnya maka Wajib untuknya berjilbab. Itu sudah diterangkan dalam Al-Qur'an, yang menjelaskan tentang keharusan dalam berjilbab.


Banyak fenomena yang terjadi dalam muslimah dalam memakai jilbab. Ada yang sempurna ada yang masih mencoba, ada juga yang malah mengurangi jatah jilbabnya. Maksudnya? Jilbab dibuat untuk menutup aurat dan dalam di Al-Qur'an sudah disebutkan bahwa memakai jilbab harus sampai menutupi dada. Karena bagian dada kita bisa mengundang hal negatif jika tidak ditutup dengan baik. Lalu apa hubungannya sama mengurangi jatah jilbab? Biasanya muslimah yang berjilbab gak bisa dipungkiri akan ingin memodiskan pakaiannya supaya tetap terlihat cantik dan modis, salah satunya dengan mempercantik jilbab, tetapi sering kali terlupakan bahwa jilbab yang cantik belum tentu menutupi bagian dada, atau jaman sekarang banyak sekali lahir model jilbab baru berbahan tipis dan berwarna-warni. Dalam syari'atnya jilbab itu harus bisa menutupi dada dan haruslah tebal juga tidak transparan. Kenapa begitu? Ya, karena sama saja jika memakai jilbab yang tipis akan mengundang unsur negatif dari kaum adam.


Mengurangi jatah jilbab sama saja mengurangi jatah pahala kita. Banyak muslimah sekarang yang dahulunya terlihat cantik dengan jilbab syar'inya, tetapi sekarang malah lebih melihat modis atau tidaknya jilbab. Jika ingin memakai jilbab yang indah tetapi tipis boleh saja, tetapi ingat selalu untuk mendoublenya, agar tidak terlihat transparan. Jilbab adalah salah satu alat penjaga kita, bukan hanya pajangan. Jilbab diidentikkan ketaatan kita kepada Allah Swt, karena ini suatu kewajiban yang tertulis. Jika memang kita (para muslimah) sayang dengan Allah, marilah mulai dari sekarang merentangkan dan menebalkan batas jilbab kita. Jangan sampai hijab malah dibuat mainan dan seenaknya dipakai, lalu beralasan "yang penting berjilbab".


Allah menciptakan kita para muslimah memang banyak maksudnya. Selain untuk memberikan keturunan, Allah juga menciptakan kita sebagai makhluk yang dilindungi. Buktinya? Banyak sekali buktinya, salah satunya Allah memerintahkan kita untuk berjilbab dan menjaga hijab kita agar tetap terjaga. Allah setiap hari menjaga dan sangat melindungi wanita, namun seringkali kita tak sadar akan hal itu. Memang Allah tidak berbicara kepada kita langsung atau memberikan sesuatu langsung kehadapan kita, tetapi Allah menyayangi kita lewat ayat-ayat yang diciptakannya dan lewat serangkaian nikmat yang diberikannya. Dan seringkali kita tak merasa itu ada.


Berjilbab itu pasti muslimah, tetapi berjilbab belum tentu shalihah. Jadi hati-hati! Mulailah bercermin, apakah jilbab kita semakin menipis atau tetap pada porsinya? atau semakin naik dan jauh dari syar'i? Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. Jauhkan hal yang dibenci Allah. Salah satunya memendekkan dan menipiskan hijab kita. Tetap Berjilbab wahai Muslimah ^_^
Wallahu'alam...


*Pengingat untuk yang sudah berhijab panjang dan rapi :)



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gak Pake Mukena Gak Sah Sholatnya ?



Belajar belajar dan belajar, itu yang harus dilakukan manusia saat ia hidup didunia ini. Jangan sampai ketinggalan dan jangan sampai salah langkah. karena akan sia-sia bila kita menjauhkan diri kita dari pembelajaran yang endingnya juga untuk kebaikan kita. Tanpa belajar kita gak bakal tau bagaimana kita menjadi seseorang yang bermakna untuk yang lainnya. 



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pacaran? It's Oke!???



Pacaran? Mau...... siapa sih yang gak mau pacaran? di sayang-sayang, di manjain dan di sms tiap hari "say, udah makan?" hhmmm.... seneng yaaa.... Pokoknya kemana berdua, serasa dunia ini milik berdua. Tapi apakah benar? Apakah syar'i? Emang pacarannya yang kaya bagaimana nih? sesuai sama yang diajarkan Rasul atau diajarkan Israel? hhhmmm.... Pertanyaan besar.

Rasulullah pernah ngomong, kalo dia mendingan megang bara api dari pada wanita yang bukan muhrim. Tapi kenapa ummatnya terutama jaman sekarang udah ngerasa bebas (maaf) megang sana sini? Mungkin karena Rasulullah sudah tiada jadi bisa bebas kali ya? Astaghfirullah...



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tampilan Sholat Dan TIDAK, Apa Bedanya ?



Setiap sholat seorang wanita akan terlihat anggun dengan mukena yang dikenakannya. Ada yang bilang tergantung muke orangnya juga, kalo cakep yaaa cakep ajeee... Hmm...pendapat yang salah, coba perhatikan jika ia mengenakan penutup aurat apa yang terlihat? lebih anggun, sopan, rapi, bersih dan tidak berantakan deh pastinya. Itulah fungsinya sholat. Mendekatkan diri pada Allah dan membuat kita ingat bahwa aurt itu musti ditutup.

Hanya sholat ajah ditutupnya?



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mau Zinah terus Aborsi deh, Gampang kan ?!



Pemuda adalah generasi penerus dari generasi yang lebih tua. Tanpa adanya pemuda maka otomatis bangsa ini akan hancur, karena semua telah tua dan mati. Kini banyak sekali generasa muda yang hilang dan lenyap, bukan karena tidak ada namun karena hilang dari kebaikan. Kebaikan  yang sulit ditempuh hanya sekian persen pemuda yang selamat dari ancaman kejamnya pergaulan keras dunia.


To The Point dooong mbaaa maksudnyeee kaya gimaneee....??!!!



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

UKHUWAH vs SAHABAT




 ukuwahVSsahabat



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fenomena Jilbab Panjang



Jilbab, penutup aurat terbaik yang pernah ada di dunia ini. Pasti jika pakai jilbab gak etis kalo gak nutup aurat yang lainnya, karena semua orang ingin menjadi yang terbaik penamplannya. Mungkin disesuaikan dengan warna dan lainnya, pastinya sesuai syari'ah. Walaupun ada sih wanita yang pakai jilbab tetapi memakai baju pendek, karena banyak alasan yang menjadi faktor. Mudah-mudahan kita bukan yang termasuk demikian.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Facebook Ooooh Facebook....



Siapa seeeh yang gak kenal Facebook ?
Makhluk baru pada abad ini yang telah mengecam dan menggucangkan tabir-tabir dunia... (wedeeeeh... bahasanyaaa... :D ). Facebook akses tercepat dan sangat banyak penggemarnya ini banyak sekali menyimpan segala rahasia yang bukan lagi jadi rahasia. Maksudnyeeee ? Ya, karena semua terungkap dalam Facebook, setiap apapun yang dilakukan oleh pemilik akun, rata-rata diungkapkan secara jelas dan pasti. Alasannya mudah, menurut salah satu pecinta facebook berkata kenapa ia memberikan atau meluapkan semua fikirannya di Facebook "supaya semua mengerti aku" begitu katanya. hehehe jujur banget yah..

Dari hasil reset menunjukan bahwa Status dalam Facebook di dunia ini yaitu 50% masalah CINTA, 30% masalah keluh kesah celaan hina terhina dan gundah, 10% basa basi, 4% menjelaskan tentang imu dan berita, 3% memberikan motivasi, 1% kecintaan pada orangtua, 1% tentang kata-kata silaturahim dan 1% menjelaskan cinta pada agama. Semua dirangkum dengan singkat tetapi tetap jelas maksud dan tujuannya. Jelas saja, kapasitas jumlah kata pada Status yang tidak banyak mengharuskan semua orang harus "to the point" yang menyebabkan setiap pengguna harus jujur sejujur jujurnya. Jika sudah begini tak dipungkiri lagi akan banyak sekali orang yang tau tentang masalah kita atau pemikiran kita saat ini.

Kalau statusnya menarik otomatis banyak yang komen, lalu bertanya lebih detil tentang apa yang kita hadapi, biasanya dengan bangga dan cepatnya kita menjawab murah sekali tanpa ada rahasia sedikit yang tersimpan. Padahal belom tentu tuh temen yang nanya pernah ketemu kita. Rasanya murah sekali harga diri ini, astaghfirullah... Jarang sekali motivasi yang terlontar pada benak yang seharusnya untuk sekalian berdakwah dan di tulis pada status kita. Namun, apa daya, dari anak muda ampe nenek-nenek sekarang udah ngerti yang namanya facebook dan semua bisa di akses dengan modah lewat telepon genggam.

"Serasa tanpa up date satatus kayaknya gak hidup hati gue". hahh.. alasan itu banyak dilontarkan oleh teman-teman saya diluar sana. Yaaa... maklum lah, ngikutin mode gituh, jadi kalo gak up date gak enak katanya. Sesungguhnya Allah melihat setiap apa yang kita kerjaan. jadi kalau bisa sih jangan terlalu murah memaparkan status kita yang mungkin tidak pantas untuk disebar luaskan. Mulai sekarang yuk kita perbanyak status-status motivasi lalu tentang kecintaasn kita tentang agama dan hal yang baik lainnya. Kalu bisa jadilah orang yang pertama membuat trobosan yang 1% naikan raitignya jadi lebih banyak % (hehehhe bahasanya aneh). tapi intinya yaaa kita harus lebih pintar milih ya sobat dalam nulis, apakah baik atau tidak. Sama ajah seperti kehidupan kita sehari-hari yang kalau kita ditanya tentang rahasia maka kita akan menyimpannya.

Faktor dari mudahnya kita menulis rahasia atau pemikiran original kita salah satunya karena media Facebook ini ditulis. Menulis dan bukan di ucapkan. terkadang kita tidak PD jika mengucap dan berbicara di hadapan orang banyak dikarenakan malu dan mungkin takut, tetapi jika menulis.. kita kan gak perlu tuh namanya ngomong dan gak perlu juga yang namanya berhadapan dengan orang... So, biasa ajah. Tapi semua perasaan itu hadir manakala hati kita memang tidak dalam kebaikan. Jika kita berada dalam hati yang bersih dan baik, pasti akan jauh dari segala ucapan maupun tulisan yang mungkin akan menjatyuhkan kita. Mungkin sebbelumnya akan kita fikirkan terlebih dahulu dan bisa jadi malah akan memotivasi orang lain manakala setiap status kita bersumber pada kebaikan. Yah.. itulah status dalam facebook.

Terkadang juga tak sedikit orang yang membuat syair-syair agar banyak orang penasaran dan terus membaca statusnya itu sampai ia mengerti apa maksud hatinya. "Yah.. kan gue butuh perhatian" lagi-lagi itu alasannya. Hm.. sebenarnya orangtua dan orang sekitar kita bisa kita ajak untuk bersama meluapkan isi hati kita. Untuk itu lebih baik kita memilih teman yang terbaik gaya dan akhlaqnya, itulah cara teraman dalam mencari solusi. Facebook hanya media, mungkin untuk mempromosikan sesuatu yang baik tetapi bukan untuk menyombongkan. Untuk memberikan ilmu yang baik, memberikan semangat buat teman-teman kita dengan segudang motivasi yang sebenarnya kita miliki, hanya saja kita tidak mengeksposnya.




Itulah masalah Status...
Selanjutnya masalah upload...

Terkadang kita senang sekali meng-upload photo dan video. "Rencananya sih biar banyak yang kenal sama aku" itu menurut salah satu sahabat saya. "Kan lumayan save photo n' video di FB bisa mengurangi memory yang mulai penuh niih..." lanjutnya sambil nunjukin handphone nya yang bisa mengakses bebas kemana ajah dengan layanan GPRS nya itu. Yups, bener banget sih kalo itu alasannya. Tapi cobalah kita mengurangi atau mungkin tidak upload sama sekali. Karena banyak sekali orang iseng di luar sana yang selalu ingin tau kita abis itu gak ada yang tau kan kalo ada yang jail n' segala macem, hmm.... serem yah...

Photo profil sebagai jaminan untuk menjelaskan "ini akuu loooh", namun semua itu terkadang bisa menjerumuskan kepada yang tak baik. Senyuman manis yang ditawarkan untuk semua orang para penglihat profil akan lebih geregetan biasanya karena melihat tingkah di photo itu. Tak sedikit yang komentar. Ada yang baik dan ada yang melecehkan. Itulah yang harus kita perhatikan dengan cermat.

Di masa yang secanggih ini apa saja yang bisa dilakukan pasti bisa dilakukan. termasuk masalah pengeditan. Pasti sebagian kita sudah pernah tau masalah seorang akhwat yang memilik photo dan ternyata photo itu di edit dengan hasil yang tidak wajar. Astaghfirullah... Sungguh mengerikan.. Sobat, mulai saat ini berhati-hatilah, karena bisa jadi korban selanjutnya adalah kita, Naudzubillahimindzalik... Semua tidak ada yang tau kemungkinan yang akan terjadi nanti. Semua bisa kita kurangi dengan tidak mengupload semua photo kita ke Akun Facebook kita. Pilihlah gambar yang pantas saja, seperti gambar pemandangan atau jika ingin menandakan bahwa kita wanita, sekarang sudah banyak gambar-gambar kartun yang lucu dengan figur seorang akhwat yang manis tetapi tetap baik. Atau gambar bunga dan lainnya yang tersedia didunia maya ini.

Untuk video, carilah video yang baik, misal tentang acara seminar, outbond dan acara sekolah atau kampus atau acara yang berguna dan gambarnya bukan gambar kita sendiri melainkan ada sahabat dan teman-teman juga disana. Kemudian, simpanlah di akun kita jika ingin di simpan dan jangan lupa di kunci dengan pengaturan-pengaturan yang tersedia di sana atau biarkan orang-orang tertentu saja yang melihatnya. Itu diperuntukan bagi teman-teman yang sudah tidak akan mungkin bertemu lagi atau rumahnya nan jauh entah dimana, karena jika sering bertemu lebih baik langsung saja diberikan saat bertemu. Itu lebih baik.

Selanjutnya, lebih baik kunci juga profil lengkap untuk menghindari terjadinya pencurian data baik photo, video maupun dokumen lainnya yang kita miliki sebelum calon teman menjadi teman kita.

Selanjutnya, sebelum LIKE suatu halaman, lihatlah rincian program halaman tersebut baik atau tidak. Jika baik, boleh laaah di LIKE. Tetapi jika tidak, lebih baik tidak di LIKE. Karena banyak sekali halaman yang gelap asal usulnya, bibit bebet dan bobotnya. Sehingga harus diwaspadai.

Dan masih banyak lagi yang harus di perhatikan untuk kita perbaiki. Ingat, sedikit apapun tulisan yang kita tulis di Akun Facebook kita maka ALLAH.Swt tetap bisa mengawasinya. Mudah-mudahan ini bisa membantu memperbaiki Facebook kita. karena Facebook hanyalah media pertemana, lebih jelasnya adalah media untuk berbagi manfaat. Jadi, manfaatkanlah dengan baik. Gunakan untuk berbagi motivasi, untuk memberikan pencerahan ilmu agama dan memberika informasi tentang kegiatan yang baik. Itulah fungsi Facebook. So, sudah baik kah Akun Facebook Kita ?

Duhai sobat, kita hanya diberi kesempatan 1 kali dalam hidup ini. Semua yang kita lakukan semata-mata untuk mencari ridho ALLAH.Swt. Jika memang kita ingin menjadi penghuni Surga FirdausNya, maka perbaikilah iman kita. Terbarkan kebaikan dan pilihlah makanan yang Halal. Carilah tempat yang baik untuk menambah pahala. Dan Berdakwahlah untuk meneruskan jejak Rasulullah saw. Kerjakanlah yang fardhu dan lengkapilah dengan yang sunnah. Dan yakinlah bahwa ukhuwah islamiyah yang akan menyatukan kita di Surga. Aamiin...
Jika hati kita baik maka semua yang kita salurkan dalam Facebook akan baik, dan semua masalah ikhtilat juga maksiat akan jauh dari kita semua. Namun jika kita buruk maka tak akan terpungkiri akan buruk pula salurannya.

Perbaiki diri, perbaiki hati, perbaiki iman, perbaiki akhlaq dan perbaiki Facebook. Semangat... ^_^



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rayuan Setan Dalam Berpacaran..





Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)


Adab Bergaul Antara Lawan Jenis



Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:



1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis



Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)



2. Tidak berdua-duaan



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)



3. Tidak menyentuh lawan jenis



Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari).



Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)



Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.



Salah Kaprah Dalam Bercinta



Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi.



Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan.



Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya.



Zina mata adalah dengan memandang,

zina lisan adalah dengan berbicara,

sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan,

lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim).



Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya.



Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya.



Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….



Iblis, Sang Penyesat Ulung



Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu.



Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82).



Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim).



Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya.



Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.



Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan:

(a) ini adalah semi berdua-duaan,

(b) buang-buang pulsa, dan

(c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram.



Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.



Smoga dapat bermanfaat dan dapat menjadi bahan intropeksi diri...



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MUSLIMAH, APA ARTI JILBAB BAGIMU



Ahamdulillah Koleksi Akhwat Zone nambah lagi, insya ALLAH dari sumber yang terbaik dan Insya ALLAH bermanfaat. Sok atuhh di baca...




Jilbab ini tak sekedar penutup kepala karena rambut yang jelek
Jilbab ini tak sekedar penutup kulit yang hitam atau cokelat
karena termakan iklan pengen berkulit putih, Jilbab ini tak sekedar penutup kaki yang tidak panjang semampai, Jilbab ini tak sekedar ingin ikut-ikutan tren karena banyak artis berjilbab, Jilbab ini tak sekedar karena beli bahan kepanjangan mau buat apa sisanya
Jilbab ini bukan dipakai karena memang terpaksa karena instansi tempat, kita belajar atau bekerja mengharuskan kita untuk berjilbab
Jilbab ini dipakai bukan karena ingin mencari perhatian lawan jenis agar dinilai alim ...

Muslimah, lebih dari itu semua, ketahuilah bahwa di antara kasih sayang Allah terhadap kaum wanita adalah tidak mengabaikan hal-hal yang dapat menjadi kemaslahatan bagi mereka kecuali menganjurkannya dan memerintahkannya, dan tidak membiarkan apapun yang membahayakannya kecuali memperingatkannya dan menghindarkannya dari mereka.

Muslimah, bentuk kasih sayang Allah kepada kaum perempuan adalah memerintahkannya supaya mengenakan hijab yang syar'i jika ia telah mencapai usia baligh dan lebih banyak menetap dirumah. Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab 33, "Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahli bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."

Juga dalam QS. An-Nuur 3, "Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anaka-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

Juga dalam QS. Al-Ahzab 59, "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Bagi saudari-saudariku yang sudah mengenakan pakaian muslimah tentu sudah tidak asing lagi dengan ayat-ayat di atas, bukan maksudku untuk meremehkan kalian semua dalam hal ini, akan tetapi aku tuliskan kembali semua ini sekedar untuk mengingatkan kembali tentang semangat kita semua dalam berpakaian mauslimah yang syar'i, karena di zaman yang serba modern saat ini bukanlah hal mustahil jika kita bisa saja tergoda oleh buaian dunia sehingga jauh dari aturan-aturan syariat. Naudzubillah. Tak terkecuali diriku. Semoga kita terhindar dari itu semua. Aku yakin, dengan saling mengingatkan di antara kita, Insya Allah akan menambah keimanan kita.

Teruntuk saudariku yang belum terketuk hatinya untuk mengenakan jilbab syar'i semoga dapat menambah wawasan dan menambah keyakinan bahwa tak ada kerugian ketika kita menaati apa yang Allah perintahkan. Saya dan muslimah lain mendoakan semoga kalian diberikan hidayah-Nya. Dan juga para lelaki, para suami maupun calon suami, sudah kewajiban Anda untuk juga tahu akan hal seperti ini karena Anda adalah pemimpin/calon pemimpin dalam keluarga yang tentunya anda mempunyai istri atau anak-anak perempuan yang menjadi tanggung jawab Anda untuk senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan nantinya pasti dimintai pertanggungjwaban.

Saudariku sudah selayaknyalah kita memudahkan orang-orang yang bertanggung jawab, karena kesadaran kita sendiri untuk berjilbab karena kita tahu kita lebih takut kepada Allah.
Saudariku, lalu sebenarnya hijab yang wajib dikenakan itu seperti apa?
1. Menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan
2. Tebal dan tidak transparan
3. Tidak mengundang fitnah atau menjadi perhiasan bagi dirinya
4. Longgar tidak menggunakan wangi-wangian
5. Tidak menyerupai kaum laki-laki
6. Tidak berbusana seperti wanita non-muslim
7. Tidak mencolok

Saya hanya menuliskan poin-poinnya saja. Selanjutnya Anda bisa mengakses lewat buku-buku, salah satunya yang berjudul "Pakaian Wanita Muslimah" karya Syaikh Utsaimin. Saudariku, sudahkah kita, istri kita, anak-anak kita nantinya, saudara perempuan kita berjilbab sesuai syariah? Mari senantiasa perbaiki niatan kita dan juga busana kita sehingga ketika kita berpakaian tidak hanya sekedar ikut tren tapi juga berniat melaksanakan perintah Allah yang menuai pahala.
Saudariku, semoga tulisan sederhana saya ini bisa kembali mengingatkanku dan kalian semua. Dakwah tidak sekedar berkata akan tetapi butuh suri tauladan. Semoga kita bisa mengikuti suri tauladan yang baik, Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh-Nya untuk menapaki dinul Islam. Amiin.

(eramuslim/PC.SKaranganyerKebumen)



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RENUNGAN BUAT IKHWAN & AKHWAT YANG BERTA’ARUF DI DUNIA MAYA



Hmmm.... Artikel ini Saya dapat dari satu grup di Facebook. Subhanallah isinya bagus dan pelajaran juga penting banget untuk Kita semua. Untuk itu, silahkan atuh di baca sampai selesai. Monggo...



“Ukhti, aku tertarik ta’aruf sama anti.” Itulah kalimat yang sering diadukan oleh para akhwat yang penulis kenal. Dalam satu minggu bisa ada dua tawaran ta’aruf dari ikhwan dunia maya. Berdasarkan curhat para akhwat, rata-rata si ikhwan tertarik pada akhwat melalui penilaian komentar akhwat.

Banyaknya jaringan sosial di dunia maya seperti facebook, yahoo messenger, ruang muslim, dan lain-lain, menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas. Begitu lembut dan halusnya jebakan dunia maya, tanpa disadari mudah menggelincirkan diri manusia ke jurang kebinasaan. Kasus ta’aruf ini sangat memprihatinkan sebenarnya. Seorang bergelar ikhwan memajang profil islami, tapi serampangan memaknai ta’aruf. Melihat akhwat yang dinilai bagus kualitas agamanya, langsung berani mengungkapkan kata ‘ta’aruf’, tanpa perantara.

Jangan memaknai kata “ta’aruf” secara sempit, pelajari dulu serangkaian tata cara ta’aruf atau kaidah-kaidah yang dibenarkan oleh Islam. Jika memakai kata ta’aruf untuk bebas berinteraksi dengan lawan jenis, lantas apa bedanya yang telah mendapat hidayah dengan yang masih jahiliyah? Islam telah memberi konsep yang jelas dalam tatacara ta’aruf.

Suatu ketika ada sebuah cerita di salah satu situs jejaring sosial, pasangan akhwat-ikhwan mengatakan sedang ta’aruf, dan untuk menjaga perasaan masing-masing, digantilah status mereka berdua sebagai pasutri, sungguh memiriskan hati. Pernah juga ada kisah ikhwan-akhwat yang saling mengumbar kegenitan di dunia maya, berikut ini petikan obrolannya:

“Assalamualaikum ukhti,” Sapa sang ikhwan.
“‘Wa’alikumsalam akhi,” Balas sang akhwat.
“Subhanallah ukhti, ana kagum dengan kepribadian anti, seperti Sumayyah, seperti Khaulah binti azwar, bla bla bla bla…” puji ikhwan tersebut.

Apakah berakhir sampai di sini? Oh tidaak….
Rupanya yang ditemui ini juga akhwat genit, maka berlanjutlah obrolan tersebut, si ikhwan bertanya apakah si akhwat sudah punya calon, lantas si akhwat menjawab.

“Alangkah beruntungnya akhwat yang mendapatkan akhi kelak.”

Sang ikhwan pun tidak mau kalah, balas memuji akhwat. “Subhanallah, sangat beruntung ikhwan yang mendapatkan bidadari dunia seperti anti.”
....Banyaknya jaringan sosial di dunia maya menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas. Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya....
Owh mengerikan, berlebay-lebay di dunia maya, syaitan tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Lalu tertancaplah rasa, bermekaran di dada dua sejoli tersebut, yang belum ada ikatan pernikahan.

Dengan bangganya sang ikhwan menaburkan janji-janji manis, akan mengajak akhwat hidup di planet mars, mengunjungi benua-benua di dunia. Hingga larutlah keduanya dalam janji-janji lebay.
Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terperdaya……Na’udzubillah, bukan begitu ta’aruf yang Rasulullah SAW ajarkan.

Wahai Ikhwan, Jangan Permainkan Ta’aruf !
Muslimah itu mutiara, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya, tidak sembarang orang boleh memandangnya. Jika kalian punya keinginan untuk menikahinya, carilah cara yang baik yang dibenarkan Islam. Cari tahu informasi tentang akhwat melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya. Jika maksud ta’arufmu untuk menggenapkan separuh agamamu, silakan saja, tapi prosesnya jangan keluar dari koridor Islam.
Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan?....
Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan? Jagalah izzah muslimah, mereka adalah saudaramu. Pasanglah tabir pembatas dalam interaksi dengannya. Pahamilah, hati wanita itu lembut dan mudah tersentuh, akan timbul guncangan batin jika jeratan yang kalian tabur tersebut hanya sekedar main-main.
Jagalah hati mereka, jangan banyak memberi harapan atau menabur simpati yang dapat melunturkan keimanan mereka.

Mereka adalah wanita-wanita pemalu yang ingin meneladani wanita mulia di awal-awal Islam, biarkan iman mereka bertambah dalam balutan rasa nyaman dan aman dari gangguan JIL alias Jaringan Ikhwan Lebay.

Wahai Ikhwan,
Ini hanya sekedar nasihat, jangan mudah percaya dengan apa yang dipresentasikan orang di dunia maya, karena foto dan kata-kata yang tidak kamu ketahui kejelasan karakter wanita, tidak dapat dijadikan tolak ukur kesalehahan mereka, hendaklah mengutus orang yang amanah yang membantumu mencari data dan informasinya.
Luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis....
Wahai ikhwan, luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis.

Duhai Akhwat, Jaga Hijabmu !
Duhai akhwat, jaga hijabmu agar tidak runtuh kewibaanmu. Jangan bangga karena banyaknya ikhwan yang menginginkan taaruf. Karena ta’aruf yang tidak berdasarkan aturan syar’i, sesungguhnya sama saja si ikhwan merendahkanmu. Jika ikhwan itu punya niat yang benar dan serius, tentu akan memakai cara yang Rasulullah ajarkan, dan tidak langsung menembak kalian dengan caranya sendiri.

Duhai akhwat, terkadang kita harus mengoreksi cara kita berinteraksi dengan mereka, apakah ada yang salah hingga membuat mereka tertarik dengan kita? Terlalu lunakkah sikap kita terhadapnya?

Duhai akhwat, sadarilah, orang-orang yang engkau kenal di dunia maya tidak semua memberikan informasi yang sebenarnya. WASPADALAH....... karena engkau adalah sebaik-baik wanita yang menggenggam amanah Ilahi. Jangan mudah terperdaya oleh rayuan orang di dunia maya.

Duhai akhwat, berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram, biarkan apa yang ada di dirimu menjadi simpanan manis buat suamimu kelak.

Duhai akhwat, ta’aruf yang sesungguhnya haruslah berdasarkan cara Islam, bukan dengan cara mengumbar rasa sebelum ada akad nikah.

(MenataHati/PCS.KaranganyerKebumen)



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS