Juang...
Juang.. kata yang singkat namun sangat memiliki arti yang besar, biasanya kita mendengar kata ini jika hari pahlawan tiba, hari kemerdekaan dan hari lainnya yang berimbang pada kata itu. Juang yang berarti sebuah pengabdian, pengorbanan nyata tanpa batas sangat diperlukan bagi kita para pemuda harapan bangsa. Gak salah ALLAH Swt menciptakan kita untuk berjuang karena banyak sekali yang harus kita perjuangkan untuk bisa mencapai sesuatu harapan besar.
Juang bukan ahanya kata namun action, bukan hanya makna namun kenyataan, bukan hanya siasat namun pengorbanan yang besar. Kita setiap hari dikasih nafas, dikasih penglihatan yang baik, dikasih pendengaran yang indah, dikasih kesepatan untuk berinteraksi dan semua itu karna ALLAH ingin melihat perjuangan kita, sampai manakah kekuatan kita. Apakah karna berjuang kita menjadi lebih baik dan hebat atau merasa hebat namun sombong? Semua memang ada maksudnya, yang pasti ALLAH masih nyiapin banyak surprise untuk mengisi hari-hari kita, tinggal kita memilih mau berjuang untuk kebaikan atau kemaksiatan?
Perjuangan biasanya ada nilainya, dari segi kekuatan ia bertahan berjuang hingga saat ia letih dan bangkit lagi untuk berjuang. Karena perjuangan adalah pengorbanan yang besar. Jika letih lalu melarikan diri namanya sudah tak berjuang lagi, namun tak dapat dipungkiri bahwa setiap apa yang kita perjuangkan pastilah ada saatnya kesulitan itu datang yang mengakibatkan efek seperti gejala males, susah berpikir dengan baik dan yang paling parah tak ingin berjuang lagi.
Sedikit curhat deh hehe, saya pernah berjuang (yaa namanya juga hidup) untuk mencari arti kehidupan dengan terus belajar dan mencari bakat saya ada dimana. Selagi mencari saya belajar apa aja yang saya temui saat itu, jika ada pelatihan apa aja saya ikut dan pada akhirnya perjuangan itu membuahkan hasil setelah hampir 4 tahun saya berjuang akhirnya saya menemukan apa yang saya bisa dan keterampilan/bakat terpendam saya yang sekarang alhamdulillah bisa bermanfaat buat teman-teman dan lingkungan. Yang pasti apapun perjuangannya tetep kita kudu ikhtiar sama ALLAH, yakin pertolongan dan bakat terpendam kita dikasih sama ALLAH. Proses itu memang mudah diucapkan namun pada aplikasinya kita harus sungguh-sungguh dan kembali lagi pada perjuangan, sejauh apa juang kita menjadi bekal untuk kesuksesan kita.
Perjuangan bisa bikin banyak manfaat diantaranya temen yang banyak, ilmu yang banyak, arti sebuah kehidupan, memperhatikan lingkungan sekitar. Berjuang juga enak kalo bareng-bareng, sendiri-sendiri biasanya akan lama beresnya, kaya kalo kita dakwah enakan bareng-bareng, belajar kelompok juga cepet beres kalo manajemennya bener, terus kalo kita ada kegiatan yang kudu diperjuangin juga enak kalo bareng-bareng yang bisa meringankan beban juang kita. Berjuang juga ga bisa sembarangan, butuh liat-liat sikon dan tetep harus pinter-pinter curi-curi opportunity alias kesempatan emas, sob. :D
Buat temen-temen yang galau gara-gara ga ada semangat juang jangan khawatir, teruslah positif thinking sama ALLAH dan pasti perjuangan kita ga bakal sia-sia, jika emang perjuangan yang kita jalankan belum berhasil juga, maka harus di introspeksi tuh.. apa yang salah dengan perjuangan kita sampe-sampe ALLAH aje ga ridho ama perjuangan kita itu. So, perjuangan harus dilandaskan dengan kesungguhan buat dapet ridho ALLAH, sob.
Yuk sama-sama berjuang dan warnai Juang kita dengan apa yang diridhoiNya, karna tanpa ridhoNya perjuangan bukanlah perjuangan. SEMANGAAAT ^_^
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
I think ADK is.....
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
Menjaga 1001 Pesona Keindahan Muslimah
"Malu karena Allah adalah perona pipinya
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya.
Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknyaKacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiatAir wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akheratKaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmuTanganya selalu berbuat baik pada sesamaPendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimahGelangnya adalah tawadhuKalungnya adalah kesucian" (teh Ninih Muthmainnah)
Coretan ini saya buat karena rasanya saya harus membuatnya. Berawal dari acara Kajian Muslimah, dari Kemuslimahan KAMMI Komisariat Untirta yang dilaksanakan petang kamis lalu di teras masjid SNAB Untirta. Sebelum mengikuti kajian itu rasa penasaran menyelimuti diri ini, apa ya yang akan dijelaskan dari tema yang menawan itu?
- Mencintai Allah dan RasulNya
- Menjaga aurat
- Bergaul dengan orang-orang yang shalih/shalihah
- Selalu merasa dalam pengawasan Allah SWT
- Mengendalikan hawa nafsu
Poin pertama mencintai Allah dan RasulNya, sangat biasa kita dengar bahwa seorang muslim harus bisa mencintai Allah dan RasulNya. Tetapi jika kita melihat lagi apa yang ada didalam poin ini, mungkin kita langsung teringat bahwa belum semuanya kita lakukan. Mencintai Allah adalah suatu hal yang sangat utama, yang tak boleh putus cintanya, yang tulus cintanya, yang selalu mengagungkan Allah dengan rasa ikhlas, dan selalu menjalankan perintahNya tanpa mengeluh. Lalu mencintai RasulNya juga sangat berpengaruh untuk kehidupan kita semua. Jika kita mengaku bahwa kita mencintai RasulNya harus dibuktikan dengan kehidupan kita sehari-hari, apakah sudah mencerminkan bahwa kita mencintai sosok Nabi Muhammad SAW? Seperti meniru kebiasaan yang ia lakukan, mengamalkan sunnahnya
Jaman dahulu tak sedikit muslimah yang terjaga karena kecintaan dan ketaatannya kepada Allah SWT. Tanpa mode, jejaring sosial, dan belanja boros mereka tetap bisa menjadimuslimah yang istiqomah hingga saat ini. Pesona mereka tak luntur walau umur mereka memang sudah tidak muda lagi. Namun keindahan dan pesona yang mereka miliki masih terus tersimpan hingga saat ini. Era globalisasi ini telah mewarnai muslimah yang seharusnya seorang muslimah itu mewarnai sekelilingnya dan bukan diwarnai keburukan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |
Sang Buta yang Berdayaguna
Terdengar suara gerobak kecil didepan rumahku... "grodok..grodok..grodok..grodok..", sekiranya begitulah suaranya. Gerobak itu lewat setiap pagi, siang dan malam untuk berkeliling ke sekitar komplek. Gerobak yang berisi banyak aneka kerupuk dan bisa dibilang kerupuk lezat semua; ada kerupuk bangka, kerupuk udang dan kemplang. Walau sebatas kerupuk tetapi kerupuk ini sangat digemari oleh banyak orang, terutama di sekitar kompleks rumahku.
Itulah sang penjual kerupuk yang buta, ia tak kenal lelah dan tak mau menyerah. Banyak yang bisa ia lakukan dengan mata yang tak melihat itu. Ia memiliki kalau tidak salah 3 orang anak dari istrinya yang juga buta. Pernah suatu hari aku mendapatkan cerita dari sahabat bahwa ia pernah melewati rumah si bapak buta itu dan melihat ia sedang membetulkan gerobaknya sendiri, dengan bantuan anaknya yang bertugas mengambilkan paku dan alat lainnya yang ia perlukan. Sahabatku hanya bisa melihat dan merasa sangat kagum dengan apa yang ia lakukan.
Pernah juga kedua orangtuaku membuat acara baksos yang diselenggarakan di masjid dekat rumah. Dan dengan sengaja orangtuaku mengajak bapak buta itu beserta keluarganya, dan memberi izin kepadanya untuk mengajak komunitasnya pada acara baksos tersebut. Aku terkejut, "Komunitas?" ternyata mereka punya komunitas juga ya, komunitas orang buta. Penasarang dengan kata komunitas itu langsung di hari "H" aku pun ikut kontribusi dalam acara baksos tersebut dan waaaoow sungguh luar biasa, ternyata banyak diantara mereka yang hadir. Mereka banyak yang suami istri, memakai baju yang serasi dan tidak salah dengan pasangannya hehe. Sewaktu orang-orang yang terheran-heran melihat mereka, ada salah satu ibu yang sama buta menegur "bingung ya melihat kita?". Tersentak aku dan yang lainnya merasa malu dan hanya bisa tertawa lucu karena ketahuan.
Sejak saat itu saya mulai berpikir bahwa Allah benar-benar ada dan kita harus percaya. Allah memberikan kesempatan untuk semua makhlukNya, memberikan fasilitas yang diingankan kita. Jika kita mulai rapuh karena merasa banyak yang belum bisa kita dapatkan, cobalah mengingat kisah ini yaitu kisah para penyandang tuna netra yang tetap hidup walau dalam kegelapan. Dalam keterbatasannya mereka tetap bisa makan dengan penghasilan mereka dengan mengamen, membuka panti pijat, berjualan, dagang pulsa elektrik, dan mereka juga bisa masak, berpakaian serasi, mengenal sendal mereka, mengetahui keberadaan anak mereka dan banyak lagi yang bisa mereka lakukan.
Mereka saja bisa, kita? harus lebih bisa!
Tetap semangat kawan, Selamat berjuang dikehidupanmu dan percayalah bahwa Allah selalu bersamamu :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
|Free Template Blogger | BERITA'KU | Indo Tutorials | SEO |







